Pencarian

Harga Perak Antam Turun Rp 100, Berlawanan dengan Perak Dunia

Jumat, 09 Oktober 2026 • 11:37:32 WIB
Harga Perak Antam Turun Rp 100, Berlawanan dengan Perak Dunia
Harga perak Antam turun Rp 100 menjadi Rp 39.900 per gram pada perdagangan Jumat (9/10/2026).

KEPULAUAN RIAU — PT Aneka Tambang Tbk (Antam) memangkas harga perak batangan dan butiran sebesar Rp 100 menjadi Rp 39.900 per gram pada perdagangan Jumat (9/10/2026). Koreksi harga perak Antam bergerak berlawanan dengan harga perak dunia yang justru menguat 1,59 persen ke US$ 60,11 per ons. Penurunan ini terjadi di tengah investor yang masih mencermati prospek kebijakan suku bunga The Federal Reserve dan situasi di Timur Tengah.

Penurunan harga perak Antam tercatat di laman resmi logammulia.com. Harga perak pada perdagangan sebelumnya masih dibanderol Rp 40.000 per gram, sebelum akhirnya terkoreksi menjadi Rp 39.900. Antam menjual perak dalam beberapa varian, mulai dari batangan 250 gram, batangan 500 gram, hingga perak butiran murni dengan kadar 99,95 persen.

Untuk perak batangan 250 gram, Antam mematok harga Rp 10.500.000. Sementara perak batangan 500 gram dibanderol Rp 20.075.000. Harga tersebut berlaku di butik emas Antam dan mitra penjualan resmi perseroan.

Perak Dunia Justru Menguat

Di pasar global, harga perak bergerak ke arah sebaliknya. Mengutip tradingeconomics.com, harga perak dunia naik 1,59 persen menjadi US$ 60,11 per ons. Harga logam mulia ini bertahan stabil di atas level US$ 59 per ons sepanjang pekan.

Meski menguat harian, harga perak dunia masih berada di jalur penurunan mingguan. Investor tengah menimbang perkembangan situasi di Timur Tengah serta arah kebijakan moneter The Fed. Ketidakpastian ini membuat pergerakan harga logam mulia cenderung fluktuatif.

Harga minyak juga melandai setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Washington sedang melakukan "diskusi produktif" dengan Iran. Trump menegaskan AS tidak akan menyerang negara tersebut sebelum pemilihan paruh waktu. Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya serangan Iran terhadap kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz pekan ini. Badai turut mengganggu produksi minyak lepas pantai AS di Teluk Meksiko.

Tekanan dari Suku Bunga The Fed

Pasar saat ini memperhitungkan peluang sekitar 82 persen The Fed akan menahan suku bunga pada bulan ini. Sementara peluang kenaikan suku bunga pada Desember berada di kisaran 81 persen. Pada Kamis, Presiden The Fed wilayah St. Louis, Alberto Musalem, mengisyaratkan suku bunga mungkin perlu dinaikkan dalam enam hingga sembilan bulan ke depan untuk mengembalikan inflasi ke target 2 persen.

Gubernur Federal Reserve AS, Christopher Waller, juga menyatakan kenaikan suku bunga tambahan kemungkinan besar diperlukan. Namun ia membuka peluang jeda kenaikan pada Oktober dengan adanya "fleksibilitas" terkait laju kenaikan tersebut. Notulen rapat The Fed menunjukkan para pembuat kebijakan terpecah pendapat mengenai alasan kenaikan suku bunga bulan lalu.

"Notulen tersebut menegaskan fakta bahwa tidak ada jalur kebijakan yang sudah ditetapkan sebelumnya, dan hal ini membuat pasar (emas) menjadi sedikit lebih fluktuatif," tutur commodity strategist WisdomTree, Nitesh Shah.

Bagaimana dengan Emas Antam?

Harga emas dunia sedikit menguat pada perdagangan Kamis (8/10/2026) waktu setempat. Mengutip CNBC, harga emas spot naik 0,3 persen menjadi US$ 4.123,42 per ons, setelah sempat menyentuh level terendah sejak 5 Agustus pada sesi sebelumnya. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember ditutup naik 0,4 persen menjadi US$ 4.157.

Kenaikan emas terjadi setelah investor menimbang ketidakpastian arah kebijakan suku bunga The Fed di tengah kekhawatiran meningkatnya tingkat utang Amerika Serikat. Nilai tukar dolar AS dan imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10 tahun tetap berada di level tinggi untuk sesi kedua berturut-turut.

"Tingginya imbal hasil tampaknya mempertegas kekhawatiran yang meluas mengenai besarnya tingkat utang. Jika utang terus meningkat, maka emas sebagai antitesis terhadap mata uang fiat dan aset pemerintah kemungkinan besar akan lebih diminati," ujar Nitesh Shah menambahkan.

Bagi investor ritel di Indonesia, pergerakan harga perak dan emas Antam menjadi acuan utama untuk transaksi logam mulia. Suku bunga yang lebih tinggi cenderung mengurangi daya tarik emas dan perak karena keduanya merupakan aset tanpa imbal hasil. Pergerakan harga Antam pekan ini menunjukkan tekanan jual di pasar domestik masih lebih kuat dibanding sentimen global yang justru menopang harga perak dunia.

Follow batamdaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks