Pemerintah Kota Batam mengusulkan perluasan lahan pemakaman seluas 23,5 hektare di Kecamatan Sungai Beduk, sementara pembangunan tahap pertama Jalan Lingkar Selatan sepanjang 2,4 kilometer sudah berjalan pada 2026. Usulan lahan itu terbagi bertahap, dengan 4,76 hektare di antaranya kini memasuki tahap akhir persetujuan pinjam pakai di tingkat pusat. Sejumlah persoalan lain di kawasan yang sama, mulai penerangan jalan hingga gangguan distribusi air bersih, ikut dibahas dalam keterangan resmi Pemkot Batam.
BATAM — Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRPLH) Kota Batam Eryudhi Apriadi menyatakan pemerintah telah mengusulkan perluasan lahan pemakaman di sejumlah wilayah. Khusus Kecamatan Sungai Beduk, luas lahan yang diajukan mencapai 23,5 hektare. Pengajuan dilakukan bertahap agar proses di pusat tidak menumpuk di satu titik.
Dari total usulan tersebut, proses persetujuan pinjam pakai lahan seluas 4,76 hektare sudah memasuki tahap akhir. Eryudhi menyebut pengajuan bertahap sengaja dipilih untuk mempercepat penyelesaian di tingkat pusat.
"Untuk mempercepat proses di pusat, pengajuan pinjam pakai lahan kami lakukan secara bertahap. Saat ini proses untuk lahan seluas 4,76 hektare sudah memasuki tahap akhir dan tinggal menunggu rapat pimpinan," kata Eryudhi dalam keterangan resmi yang diterima di Batam.
Jalan Lingkar Selatan Dibangun 2,4 Kilometer Lebih Dulu
Di sektor infrastruktur, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam Metra Dinata memaparkan progres pembangunan tahap pertama Jalan Lingkar Selatan. Ruas dari Simpang Sei Tanjung menuju Kantor Camat Sungai Beduk sepanjang 2,4 kilometer sedang dikerjakan pada 2026.
Pembangunan direncanakan berlanjut hingga Dam Duriangkang. Perpanjangan ruas itu diharapkan meningkatkan konektivitas warga dan membantu mengurai kemacetan di kawasan sekitar.
PJU di Jalan S. Parman dan Kampung Duriat Ditambah Bertahap
Penambahan Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang Jalan S. Parman dan Kampung Duriat dilakukan secara bertahap. Langkah itu berjalan melalui sinergi Pemkot Batam dan BP Batam.
Tiga Kendala Distribusi Air Bersih di Sungai Beduk
Perwakilan Teknis BP Batam Deni Tondano bersama Wali Kota Batam Amsakar Achmad membeberkan sejumlah tantangan dalam penanganan air bersih. Jaringan perpipaan yang telah berusia puluhan tahun dinilai perlu direvitalisasi. Kendala lain datang dari sistem pemantauan distribusi yang belum optimal.
Penurunan volume air baku akibat rendahnya curah hujan beberapa waktu terakhir turut memperberat pasokan. Amsakar menyebut tiga persoalan itu saling berkait dan tidak bisa diselesaikan hanya dari sisi jaringan.
"Ada beberapa masalah, satu jaringan perpipaan yang telah berusia puluhan tahun perlu di revitalisasi. Lalu kendala sistem pemantauan distribusi, hingga penurunan volume air baku akibat rendahnya curah hujan beberapa waktu ini," kata Amsakar.
Warga Diminta Jaga Kawasan Tangkapan Air
Amsakar mengajak masyarakat menjaga kawasan tangkapan air (catchment area) dan memakai air secara bijak. Menurutnya, ketersediaan air baku tidak hanya bergantung pada perbaikan pipa dan pompa.
"Persoalan air bersih ini sangat kompleks. Karena itu saya memohon kerja sama warga untuk menjaga kawasan tangkapan air dan menghemat penggunaan air bersih di rumah tangga," ujarnya.
Pemkot Batam memastikan pembangunan di Kecamatan Sungai Beduk terus berjalan, mencakup perluasan lahan pemakaman, pembangunan jalan, penambahan PJU, hingga penanganan gangguan distribusi air bersih. Proses pinjam pakai lahan 4,76 hektare menunggu rapat pimpinan di tingkat pusat, sementara pembangunan Jalan Lingkar Selatan tahap pertama berlanjut ke arah Dam Duriangkang.