TANJUNGPINANG — Dua verifikator KLH turun ke Kampung Wisata DAS untuk mencocokkan data dengan fakta lapangan. Kedatangan mereka didampingi Ketua dan Pengurus Proklim, Kepala DLH Tanjungpinang, Camat Bukit Bestari, Lurah Sungai Jang, Ketua LSM ALIM, pengurus Bank Sampah Berkah, Posyandu, PKK, serta warga setempat.
Perjalanan RW 08 menuju tahap ini tidak instan. Ketua LSM ALIM Kepri yang juga Pendamping Proklim RW 08, Kherjuli, menyebut predikat tersebut diraih melalui proses berjenjang.
"Harus melewati jenjang dengan proses waktu yang panjang. Proklim RW 08 sudah melewatinya. Setelah meraih Proklim Pratama 2023 dan Madya 2024, tahun ini kami mengincar Proklim Utama dan Trophy Proklim Utama tingkat nasional 2026," ungkap Kherjuli.
Dari 109 Proklim, Hanya 7 Lolos Verifikasi Lapangan
Seleksi nasional mempertemukan 109 Proklim dari seluruh Indonesia pada verifikasi virtual 28 September. Hanya tujuh yang berhak maju ke tahap verifikasi lapangan, dan RW 08 Sungai Jang termasuk di dalamnya.
Ketua Pelaksana Proklim RW 08, St. Muhammad Isa, menjelaskan inovasi unggulan yang ditonjolkan adalah "Wisata DAS Berbasis Edukasi Iklim".
"Kami sasar pelajar, mahasiswa, dan kelompok rentan seperti lansia dan disabilitas. Tujuannya agar pengunjung dapat edukasi pengendalian iklim, khususnya soal banjir dan rob, ketahanan pangan, pengendalian penyakit dan pengelolaan sampah," jelasnya.
Kolam Retensi Penuh Gulma Disulap Jadi Kolam Ikan dan Kebun Lemon
Kondisi awal 2023 menjadi titik balik. Warga bergotong royong membersihkan kolam retensi yang dipenuhi gulma dan lumpur. Sebelumnya, kawasan RW 08 kerap dihantui banjir, rob, dan tumpukan sampah.
"Dulu kolam retensi banjir dipenuhi gulma, sampah, bau tak sedap, dan sarang sumber penyakit," terang Isa.
Setelah Proklim RW 08 dibentuk dan didampingi LSM ALIM, kolam itu diubah total. Kini berdiri kolam ikan, area pemancingan, kebun lemon, jogging track paving warna-warni, Bank Sampah Berkah, hingga Posyandu dengan pemeriksaan kesehatan gratis.
Konsep "Transaksi sambil Rekreasi" Lewat Bank Sampah
Keunggulan RW 08 terletak pada skema yang mempertemukan pengelolaan sampah dengan wisata. Lewat Bank Sampah, pengunjung cukup membawa sampah untuk bisa berwisata gratis.
Kherjuli menilai pendekatan itu memperkuat penanganan banjir dan rob berbasis masyarakat di hilir daerah aliran sungai.
"Melalui Bank Sampah, penanganan banjir dan rob berbasis masyarakat di hilir DAS menjadi lebih kuat. Konsep ini selaras dengan upaya pemerintah membangun infrastruktur penanganan banjir. Sebab selain intensitas hujan dan elevasi, mindset dan partisipasi masyarakat juga menentukan keberhasilan," pungkas Kherjuli.
Hasil verifikasi lapangan menjadi penentu akhir. RW 08 berharap meraih Trophy Proklim Utama Nasional 2026 dan membawa nama Kota Tanjungpinang ke panggung nasional.