BP Batam Siapkan Sekolah Rakyat Merah Putih di Rempang untuk Anak Prasejahtera, Proyek PSN Ditargetkan Rampung 2028

Penulis: Binsar Gultom  •  Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:22:31 WIB
BP Batam menyiapkan lahan seluas 18,5 hektare di Rempang untuk pembangunan Sekolah Rakyat Merah Putih yang ditargetkan rampung pada 2028.

BATAM — BP Batam tengah merampungkan sederet persyaratan administrasi dan teknis sebelum memulai pembangunan fisik Sekolah Rakyat Merah Putih di Rempang. Proyek yang masuk Program Strategis Nasional (PSN) ini ditargetkan tuntas pada 2028.

Lahan seluas 18,5 hektare yang digunakan merupakan bagian dari Hak Pengelolaan (HPL) BP Batam. Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyebut sekolah ini dirancang untuk menjawab kebutuhan pendidikan generasi muda di daerah itu.

Perpaduan Pendidikan Karakter dan Vokasi

Berbeda dengan sekolah reguler, Sekolah Rakyat Merah Putih mengusung kurikulum yang menggabungkan pendidikan karakter dan keterampilan vokasi. Amsakar menegaskan, pendekatan ini disiapkan agar lulusan tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga siap bersaing di dunia kerja.

"Kehadiran Sekolah Rakyat Merah Putih untuk mempersiapkan generasi muda yang unggul dan siap bersaing," ujarnya dalam keterangan yang diterima di Batam.

Penyiapan Lahan dan Pencegahan Banjir

Sebelum konstruksi dimulai, BP Batam menyelesaikan sejumlah dokumen penting. Proses tersebut meliputi Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR), Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Amsakar menambahkan, pihaknya juga mengerjakan pemagaran kawasan serta penanganan awal untuk mengurangi potensi banjir di sekitar area pembangunan. Langkah ini diambil agar proyek berjalan lancar tanpa kendala lingkungan.

Investasi Jangka Panjang untuk Warga Prasejahtera

Kehadiran sekolah ini dinilai sebagai investasi jangka panjang bagi pemerataan pendidikan di Kepulauan Riau. Sasaran utamanya adalah anak-anak yang selama ini terkendala biaya untuk mengakses pendidikan layak.

"Program ini membuka peluang bagi anak-anak yang memiliki keterbatasan ekonomi agar memperoleh pendidikan berkualitas," jelas Amsakar.

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menambahkan bahwa sekolah ini sejalan dengan target Indonesia Emas 2045. Pemerintah, kata dia, ingin memastikan anak-anak dari keluarga prasejahtera mendapat bekal yang cukup untuk menghadapi dunia kerja.

"Pemerintah ingin anak-anak dari keluarga prasejahtera mendapat pendidikan yang layak dan bekal menghadapi dunia kerja," pungkasnya.

Reporter: Binsar Gultom
Sumber: hariankepri.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top