BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Sedang Disertai Petir di 5 Wilayah Kepri, Batam Masuk Daftar

Penulis: Ronal Siregar  •  Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:22:32 WIB
Warga melintas di bawah langit mendung saat BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan sedang disertai petir di lima wilayah Kepri, termasuk Batam.

BATAM — Potensi hujan dengan akumulasi curah hujan harian mencapai kategori sedang (20–50 mm/hari) diprakirakan bakal melanda sejumlah wilayah di Kepulauan Riau pada Rabu (5/8). BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam meminta warga mewaspadai dampak yang menyertainya, seperti petir dan angin kencang.

Peringatan dini ini berlaku mulai Rabu, 5 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga Kamis, 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB. Secara umum, kondisi cuaca di Kepri diprediksi berawan dengan potensi hujan lokal berintensitas ringan hingga sedang.

Pemicu Awan Hujan di Kepri

BMKG menjelaskan, dinamika atmosfer saat ini dipengaruhi oleh adanya belokan angin (shearline) serta kelembapan udara yang cukup tinggi di sekitar wilayah Kepulauan Riau. Kondisi tersebut menyebabkan ketersediaan uap air tetap melimpah untuk mendukung pembentukan awan-awan hujan.

Faktor inilah yang kemudian memicu terbentuknya awan konvektif yang dapat menghasilkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam durasi singkat.

Wilayah Terdampak dan Imbauan Warga

Potensi hujan sedang yang disertai petir dan angin kencang perlu diwaspadai di lima daerah, yaitu:

  • Kota Batam
  • Kota Tanjungpinang
  • Kabupaten Bintan
  • Kabupaten Karimun
  • Kabupaten Lingga

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi genangan air di sejumlah titik rawan, terutama bagi pengendara yang melintas di jalan protokol maupun kawasan perumahan. Nelayan dan operator kapal kecil juga diminta memperhatikan kondisi gelombang dan kecepatan angin sebelum melaut.

BMKG Hang Nadim Batam terus memantau perkembangan cuaca dan akan memperbarui informasi jika terjadi perubahan signifikan pada dinamika atmosfer di wilayah Kepri.

Reporter: Ronal Siregar
Sumber: kepri.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top