KEPULAUAN RIAU — Telkom tidak bekerja sendiri. Ratusan relawan dari Telkom Regional III, PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia), dan PT Telkom Akses turun ke lokasi bersama warga dan pemerintah setempat. Program ini merupakan bagian dari inisiatif keberlanjutan GoZero% – Sustainability Action by Telkom Indonesia, khususnya pilar Save Our Planet.
Di Jepara, 10.000 bibit mangrove ditanam di kawasan yang selama ini dikenal rawan abrasi. Rehabilitasi ini diharapkan memperkuat ketahanan garis pantai dan mencegah kerusakan lahan warga yang semakin meluas.
Sementara di Desa Golo Sepang, Manggarai Barat, penanaman 10.000 bibit mangrove menyasar kawasan bernilai ekologis tinggi di sekitar infrastruktur digital TelkomGroup. Bukan sekadar menanam, Telkom juga menghadirkan Rumah Edukasi Mangrove yang berfungsi sebagai pusat pembelajaran dan konservasi.
Warga setempat mendapat pelatihan pengelolaan ekosistem pesisir agar kawasan mangrove bisa dijaga secara berkelanjutan. Dengan begitu, manfaat ekonomi dari ekosistem mangrove—seperti budidaya kepiting dan wisata alam—tetap bisa dinikmati masyarakat dalam jangka panjang.
EVP Telkom Regional III Rachmad Dwi Hartanto menegaskan, setiap aktivitas operasional perusahaan harus memberi nilai tambah bagi wilayah tempat mereka hadir. "Kami berkomitmen untuk terus menjalankan berbagai inisiatif keberlanjutan bersama masyarakat dan para pemangku kepentingan sebagai bagian dari tanggung jawab kami terhadap lingkungan," ujarnya.
VP Sustainability Telkom Gunawan Wasisto Ciptaning Andri menambahkan, keberlanjutan harus tumbuh seiring kemajuan teknologi. "TelkomGroup tidak hanya membangun konektivitas digital, tetapi juga peduli terhadap kondisi alam, menjaga ekosistem dan memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah operasional agar manfaat yang dihadirkan dapat dirasakan secara berkelanjutan," kata Gunawan.
Sepanjang 2024 hingga 2026, TelkomGroup telah merealisasikan penanaman 179.150 bibit mangrove di berbagai wilayah Indonesia. Angka ini menjadi bagian dari target pembangunan rendah karbon dan upaya menjaga keanekaragaman hayati pesisir.
Bagi warga pesisir, keberadaan mangrove bukan sekadar pohon penyelamat garis pantai. Akar-akarnya yang rapat menjadi perisai alami dari terjangan ombak, tempat ikan dan kepiting berkembang biak, serta sumber penghidupan yang tidak pernah habis selama dijaga.