TANJUNGPINANG — Sebanyak 5.787 pelajar tingkat SD dan SMP di Kota Tanjungpinang dipastikan menerima seragam serta perlengkapan sekolah baru tanpa dipungut biaya. Program bantuan pendidikan yang digagas Pemkot Tanjungpinang ini mulai direalisasikan secara bertahap pada November hingga Desember 2026.
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, merinci anggaran sebesar Rp2,5 miliar dialokasikan khusus untuk siswa sekolah dasar. Sementara itu, dana Rp2,8 miliar lainnya diperuntukkan bagi pelajar tingkat sekolah menengah pertama.
Total penerima manfaat mencapai 2.729 siswa SD dan 3.058 siswa SMP. Setiap siswa akan menerima paket lengkap yang terdiri dari empat jenis pakaian seragam, yaitu seragam OSIS, pakaian olahraga, seragam batik, dan baju kurung Melayu.
Lis Darmansyah menyampaikan bahwa pengerjaan perlengkapan sekolah tersebut telah memasuki tahap produksi. Pihaknya menargetkan seluruh paket bantuan rampung dan didistribusikan kepada para pelajar dalam waktu satu bulan ke depan.
"Ada baju seragam sekolah, olahraga, kurung, batik, dan perlengkapan lain sepatu, tas dan lainnya, meskipun dengan kondisi keamanan yang sekarang, dan sekarang sudah proses pembuatan, dan satu bulan ini sudah kita salurkan," ucapnya di Tanjungpinang.
Kebijakan ini diambil sebagai langkah konkret pemerintah kota dalam meringankan pengeluaran keluarga menjelang tahun ajaran baru. Dengan disediakannya seragam dari pemerintah, orang tua tidak perlu lagi mengalokasikan dana khusus untuk pembelian pakaian sekolah anak.
Program ini juga memastikan seluruh siswa memiliki kelengkapan atribut yang sama, termasuk pakaian kurung Melayu yang menjadi ciri khas budaya lokal Kepulauan Riau. Pemkot Tanjungpinang berharap distribusi bantuan berjalan lancar sesuai jadwal yang telah ditetapkan.