NATUNA — Empat awak kapal KM Samudra Jaya Kelautan yang sempat dinyatakan hilang kontak di perairan Kepulauan Riau akhirnya dipastikan selamat. Mereka ditemukan oleh kapal nelayan Malaysia bernomor PAF 5061 pada Kamis (6/8) dini hari di perairan Malaysia, setelah kapal yang mereka tumpangi mengalami musibah beruntun sejak awal Agustus.
Kepala Kantor SAR Natuna Abdul Rahman mengungkapkan, seluruh kru telah tiba dengan selamat di Dermaga LKIM Kuantan setelah proses koordinasi panjang dengan Maritime Rescue Sub Centre (MRSC) Kuantan. "Hingga pagi tadi, setelah berkoordinasi dengan MRSC Kuantan, kami telah memastikan seluruh kru KM Samudra Jaya Kelautan yang berjumlah empat orang telah tiba dengan selamat di Dermaga LKIM Kuantan," ujarnya di Natuna, Sabtu (8/8).
Peristiwa bermula pada Sabtu (1/8) malam, ketika KM Samudra Jaya Kelautan mengalami kerusakan mesin di titik sekitar 36 nautical mile dari Pulau Berakit, Bintan. Tanpa daya dorong, kapal tidak mampu melawan arus dan mulai hanyut terbawa ke arah utara hingga keluar dari wilayah perairan Indonesia.
Nasib nahas belum berakhir. Pada Rabu (5/8) malam, kapal tersebut dilaporkan pecah dan akhirnya tenggelam. Para awak kapal bertahan di tengah laut sebelum akhirnya ditemukan oleh nelayan Malaysia pada dini hari keesokannya.
Seluruh korban saat ini masih berada dalam penanganan sementara MRSC Kuantan. Mereka tengah menjalani proses pemenuhan dokumen dasar di Markas Besar Maritim Negara Bagian Pahang sebelum nantinya dipulangkan ke Indonesia.
Kantor SAR Natuna menyatakan operasi pencarian dan pertolongan resmi ditutup pada hari keenam. Seluruh unsur SAR yang terlibat telah dikembalikan ke satuan masing-masing. "Saat ini kami tengah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas maupun pihak MRSC Kuantan terkait proses-proses lebih lanjut," kata Abdul Rahman.
Keberhasilan penyelamatan ini tidak lepas dari kerja sama lintas negara yang berjalan efektif. Kantor SAR Natuna menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim SAR yang terlibat, termasuk MRCC Putrajaya dan MRSC Kuantan, yang dinilai telah bekerja maksimal selama proses pencarian dan pertolongan berlangsung.
Informasi mengenai keberadaan para korban di Malaysia pertama kali diperoleh Kantor SAR Natuna langsung dari salah satu awak kapal, yang memungkinkan proses verifikasi dan koordinasi antarlembaga berjalan lebih cepat.