BP Batam Optimalkan Pasokan Air Bersih dari Waduk Duriangkang, Pasokan Nongsa Dijaga via Interkoneksi Jaringan

Penulis: Binsar Gultom  •  Sabtu, 08 Agustus 2026 | 00:08:31 WIB
Deputi Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menyatakan seluruh sumber air baku dan jaringan distribusi dioptimalkan untuk menjaga pasokan air bersih di tengah musim kemarau.

BATAM — BP Batam memutar strategi untuk menjaga keran air tetap mengalir di tengah musim kemarau. Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menyatakan seluruh sumber air baku dan jaringan distribusi sedang dioptimalkan, terutama untuk melayani kebutuhan rumah tangga dan industri.

"BU SPAM BP Batam dan PT Air Batam Hilir terus mengoptimalkan sistem pelayanan agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap menjadi prioritas," ujar Denny di Batam Centre, Sabtu (8/8/2026).

Waduk Nongsa Menyusut, Pasokan Dialihkan

Penurunan volume air di Waduk Nongsa berdampak langsung pada kapasitas produksi Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) setempat. Meski begitu, Denny menegaskan instalasi tetap dioperasikan dengan mengacu pada standar baku mutu yang berlaku.

Untuk menutup kekurangan pasokan, BP Batam mengoptimalkan aliran dari IPAM lain melalui sistem interkoneksi jaringan. Langkah ini ditempuh agar distribusi ke pelanggan, termasuk yang berada di ujung jaringan, tetap berjalan meski ada potensi pergeseran jam layanan.

NDP Tak Bergantung pada Waduk Nongsa

Denny meluruskan informasi terkait pasokan air di kawasan Nongsa Digital Park (NDP). Ia menegaskan kawasan tersebut tidak bergantung pada Waduk Nongsa.

"Pasokan utama NDP berasal dari jaringan Waduk Duriangkang, sementara Waduk Nongsa berfungsi sebagai sumber penunjang," tegasnya.

IPA Baru 50 Liter per Detik dan Teknologi SWRO Disiapkan

Di tengah penanganan dampak kemarau, BP Batam juga memperkuat infrastruktur jangka panjang. Tahun ini, perusahaan membangun instalasi pengolahan air (IPA) baru berkapasitas 50 liter per detik di Sei Ladi.

Selain perluasan jaringan pipa, BP Batam mulai mengembangkan potensi sumber air baku baru di luar waduk. Salah satunya adalah penerapan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), yang mengolah air laut menjadi air tawar, sebagai antisipasi pertumbuhan penduduk dan kebutuhan industri.

Warga Diminta Hemat Air

Di tengah kondisi cuaca yang belum menentu, Denny mengajak masyarakat berperan aktif menjaga ketersediaan air. Ia meminta warga tidak menggunakan air secara berlebihan dan memastikan tidak ada kebocoran di rumah masing-masing.

"Penggunaan air secara bijak menjadi bagian penting dari upaya menjaga pasokan air bagi seluruh masyarakat Batam," pungkasnya.

Reporter: Binsar Gultom
Sumber: katasiber.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top