KEPULAUAN RIAU — Kompetisi kali ini tidak hanya menguji ketangkasan teknis para responder dalam menangani simulasi kebakaran atau operasi penyelamatan. Lebih dari itu, ajang ini menjadi ruang pertukaran pengalaman dan penguatan koordinasi antarperusahaan tambang. Suasana keakraban terlihat di sela-sela perlombaan, menciptakan ekosistem keselamatan yang lebih solid dibanding penyelenggaraan tahun sebelumnya.
Rapi Hantono, Direktur Utama PT Pundarika Atma Semesta, menegaskan bahwa kesiapsiagaan tidak bisa berdiri sendiri. Butuh sinergi antara kemampuan manusia dan dukungan peralatan yang mumpuni.
"Kemampuan personel merupakan faktor utama, namun perlu didukung sistem, kendaraan, dan peralatan yang tepat agar respons terhadap kondisi darurat dapat dilakukan secara cepat dan efektif. Kami senang dapat menjadi bagian dari IMERC 2026 dan mendukung pengembangan kapabilitas emergency response di Indonesia," ujar Rapi dalam keterangan resminya.
Sejak 1996, AYAXX telah mengembangkan berbagai kendaraan khusus untuk kebutuhan pemadaman dan penyelamatan. Portofolio mereka mencakup fire truck, fire ladder, airport crash tender, rescue truck, rescue jeep, ambulance, hingga water supply truck.
Yang menarik, AYAXX juga menghadirkan Mining Field Fire Service, kendaraan yang dirancang khusus untuk mendukung pemadaman di area pertambangan. Ini menjadi relevan mengingat karakteristik medan tambang yang berat dan membutuhkan armada dengan mobilitas tinggi.
Selain memproduksi kendaraan, perusahaan ini juga menghadirkan solusi pendukung melalui sejumlah brand global. Di antaranya WS Darley untuk kebutuhan fire pump, Cela untuk fire ladder, serta TNT Rescue Tools untuk peralatan penyelamatan.
Keterlibatan AYAXX dalam IMERC 2026 bukan sekadar menjadi sponsor. Momen ini dimanfaatkan untuk berinteraksi langsung dengan komunitas emergency responder dan mendengar tantangan nyata yang mereka hadapi di lapangan.
Pertukaran informasi ini penting bagi AYAXX untuk memastikan setiap produk yang dikembangkan tetap relevan dengan karakteristik pekerjaan di industri pertambangan Indonesia. Semakin cepat kebutuhan di lapangan dipahami, semakin tepat pula solusi yang bisa dihadirkan.
Dengan melibatkan 24 tim ERT, IMERC 2026 diharapkan menjadi wadah pembelajaran berkelanjutan. Bukan hanya sekadar kompetisi tahunan, melainkan momentum untuk menaikkan standar emergency response nasional.
Kolaborasi antara personel yang kompeten, latihan rutin, koordinasi yang kuat, serta dukungan kendaraan dan peralatan yang tepat menjadi kunci membangun ekosistem tanggap darurat yang semakin tangguh di Indonesia.