BATAM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau resmi meluncurkan Program Gema Kepri Menabung (Generasi Muda Kepulauan Riau Menabung) di Kantor OJK Kepri, Jumat (7/8). Gerakan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) Tahun 2026 yang bertujuan memperkuat budaya menabung dan memperluas akses keuangan formal bagi pelajar.
Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau, Sinar Danandjaya, menyatakan bahwa inisiatif ini lahir dari kebutuhan untuk menyeimbangkan pertumbuhan intermediasi perbankan dengan penghimpunan dana masyarakat.
“Melalui Gema Kepri Menabung, kami ingin menanamkan budaya menabung sejak dini sekaligus memperkuat literasi dan inklusi keuangan sehingga generasi muda semakin siap mengelola keuangan secara bijak,” kata Sinar.
Program ini tidak hanya berhenti pada seremonial peluncuran. OJK menargetkan pembukaan sedikitnya 5.000 rekening baru dan menjangkau 100 satuan pendidikan di seluruh Provinsi Kepulauan Riau. Untuk merealisasikan target tersebut, sebanyak 35 bank umum dan 44 Bank Perekonomian Rakyat (BPR/BPRS) dilibatkan dalam program ini.
Setiap kantor cabang perbankan akan bermitra dengan dua hingga tiga sekolah di wilayah operasional terdekat. Pendekatan ini dirancang agar edukasi keuangan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan terintegrasi dengan kebutuhan sekolah setempat.
Peluncuran program ini bertepatan dengan peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) Tahun 2026. Momentum ini dimanfaatkan OJK dan Pemprov Kepri untuk menggenjot kepemilikan rekening Simpanan Pelajar (SimPel) dan Simpanan Mahasiswa (SiMuda) di kalangan pelajar.
Dukungan regulasi juga telah disiapkan melalui Surat Edaran Gubernur Kepulauan Riau Nomor B/100.3.4.1/49/B.EKBANG-SET/2026 tentang Program Simpanan Pelajar (SimPel) dan Optimalisasi Bulan Menabung Tahun 2026. Surat edaran ini mendorong Kantor Cabang Dinas Pendidikan dan Kantor Kementerian Agama di seluruh Kepri untuk mengoptimalkan kepemilikan rekening SimPel di satuan pendidikan.
Implementasi program tidak sekadar membuka rekening. OJK merancang rangkaian kegiatan edukatif yang mencakup pengenalan fungsi dan produk perbankan, kunjungan ke kantor bank (bank tour), praktik pembukaan rekening, serta aktivitas interaktif untuk meningkatkan pemahaman pengelolaan keuangan secara bijak.
Kegiatan ini diharapkan memberikan pengalaman langsung kepada pelajar tentang cara kerja layanan keuangan formal, bukan hanya teori di dalam kelas.
Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Misni, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung keberhasilan program ini. Pemprov akan mengoptimalkan peran perangkat daerah, Tim Penggerak PKK, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menyukseskan gerakan menabung ini.
“Program ini merupakan gerakan bersama untuk membangun budaya menabung dan meningkatkan literasi keuangan generasi muda di Provinsi Kepulauan Riau. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau akan mengoptimalkan seluruh perangkat daerah serta menerbitkan kebijakan yang diperlukan guna mendukung keberhasilan pelaksanaan program ini,” ujar Misni.
Peluncuran program ini turut dihadiri Plt. Kepala Biro Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Kepulauan Riau Indra Hidayat, Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau Siti Hidayati Rochmah, Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Kepulauan Riau Yeni Ardianti, serta pimpinan bank umum dan direksi BPR/BPRS se-Kepri. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan komitmen bersama melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal di Kepulauan Riau.