NATUNA — Penunjukan Natuna sebagai tuan rumah Popda XI Kepri 2028 membawa konsekuensi besar bagi kesiapan daerah. Bupati Cen Sui Lan menegaskan bahwa koordinasi dengan pemerintah pusat menjadi prioritas utama untuk menutup kekurangan infrastruktur yang ada.
"Persiapan kita lakukan secara seksama, tapi kali ini kita fokus pada persiapan sarana dan prasarana dulu," ujar Cen Sui Lan. Ia menambahkan, identifikasi dan inventarisasi masalah telah dilakukan untuk memetakan kebutuhan apa saja yang harus segera dipenuhi.
Dalam audiensi dengan Sekretaris Kemenpora RI, Bupati Cen tidak hanya membahas kesiapan venue pertandingan. Ia turut mengusulkan pembangunan fasilitas olahraga akuatik yang dinilai belum memadai di Natuna.
Usulan ini diharapkan mendapat rekomendasi dari Kemenpora untuk kemudian diteruskan kepada Kementerian Pekerjaan Umum. "Persiapan menjadi tuan rumah Popda 2028 harus dilakukan sejak jauh hari. Kita tidak ingin persiapannya dilakukan ketika pelaksanaan sudah semakin dekat," tegasnya.
Di luar urusan teknis pertandingan, Bupati Cen juga membuka peluang pengembangan Natuna sebagai destinasi sport tourism atau pariwisata berbasis olahraga. Karakter geografis dan kekayaan alam Natuna dinilai punya potensi besar untuk dikembangkan.
"Olahraga, pariwisata dan promosi daerah dapat dikembangkan secara bersamaan. Event olahraga bukan hanya menjadi ajang mencari prestasi, tetapi juga dapat menggerakkan ekonomi masyarakat dan memperkenalkan Natuna lebih luas," ungkapnya.
Pemkab Natuna tidak hanya fokus pada pembangunan fisik. Berbagai aspek pendukung penyelenggaraan mulai dari venue pertandingan, akomodasi, transportasi, kesehatan, hingga keamanan bagi kontingen dari seluruh kabupaten/kota se-Kepri juga tengah dimatangkan.
Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait diminta memperkuat koordinasi. "Natuna harus mempersiapkan diri dengan baik. Kita ingin menjadi tuan rumah yang mampu memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh kontingen yang datang. Semua harus dipersiapkan secara matang, jangan sampai ada yang terlewat," kata Bupati Cen.
Bagi Natuna, Popda XI Kepri 2028 bukan sekadar ajang kompetisi antar-pelajar. Bupati Cen berharap event ini menjadi momentum untuk memperkuat fondasi pembinaan olahraga di daerah, terutama dalam pembangunan sumber daya manusia generasi muda.
Sebagai daerah kepulauan di wilayah terdepan Indonesia, Natuna memiliki tantangan tersendiri dalam pembinaan atlet. Keberadaan fasilitas yang layak menjadi syarat agar generasi muda Natuna memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.
Keberhasilan menjadi tuan rumah, menurut Cen Sui Lan, bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi masyarakat, dunia usaha, organisasi olahraga, dan seluruh pemangku kepentingan. "Ini bukan hanya tugas pemerintah. Kita ingin seluruh masyarakat Natuna ikut menjadi bagian dalam menyukseskan Popda XI Kepri. Tunjukkan bahwa Natuna siap menjadi tuan rumah yang baik," pungkasnya.