BINTAN — Antrean warga terlihat mengular di Simpang Pasar Barek Motor, Kijang, Bintan Timur, sejak operasi pasar khusus dibuka Rabu siang. Seratus dus Minyakita dan lima puluh karung beras SPHP yang disiapkan Bulog Tanjungpinang habis diserbu pembeli yang ingin mendapatkan bahan pokok dengan harga murah.
Operasi pasar ini digelar Satgas Pangan Kabupaten Bintan sebagai respons atas temuan sejumlah pedagang yang menjual Minyakita di atas HET. Kabid Perdagangan DKUPP Kabupaten Bintan, Setia Kurniawan, menyebut langkah ini merupakan solusi langsung dari persoalan harga yang dikeluhkan masyarakat.
“Langkah ini dilakukan sebagai solusi atas temuan harga minyakita yang dijual di atas harga eceran tertinggi atau H-E-T oleh sejumlah pedagang dan pengerecer,” ungkap Setia Kurniawan saat meninjau langsung jalannya operasi pasar.
Dalam operasi pasar tersebut, Minyakita dijual dengan harga yang lebih rendah dari patokan resmi pemerintah. Begitu pula beras SPHP yang dipasok langsung oleh Bulog, harganya berada di bawah harga pasar yang selama ini berlaku di tingkat pengecer Kijang dan sekitarnya.
Julianti, warga Bintan Timur yang ikut mengantre, mengaku sangat terbantu dengan adanya operasi pasar ini. Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada satu kali pelaksanaan.
“Sangat terbantu khususnya sembako, jika ada pasar murah kembali semoga berkelanjutan,” sebutnya sambil membawa dua botol Minyakita dan satu karung beras SPHP hasil belanjanya.
Keluhan harga Minyakita yang tinggi di pasaran memang bukan hal baru di Bintan. Beberapa pekan terakhir, sejumlah pengecer menjual minyak goreng kemasan tersebut di atas HET yang ditetapkan pemerintah, sehingga memberatkan ibu rumah tangga yang setiap hari membutuhkan minyak untuk memasak.
Dengan digelarnya operasi pasar ini, pemerintah berharap harga bahan pokok di tingkat pengecer perlahan kembali normal. Kehadiran Bulog sebagai pemasok utama beras SPHP dan Minyakita menjadi kunci untuk memastikan pasokan tetap tersedia dengan harga yang terkendali.
Satgas Pangan Kabupaten Bintan berkomitmen terus memantau distribusi bahan pokok di pasaran. Operasi pasar lanjutan akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan ketersediaan stok dari Bulog Tanjungpinang.