JAKARTA — Kepastian tersebut disampaikan Ferry Paulus di Kantor I.League, Jakarta, Selasa (11/8). "Iya, di Jakarta. Dengan penonton, dong. Pakai penonton," ujarnya kepada awak media.
Kendati penonton diizinkan hadir, Ferry mengisyaratkan suporter tim tamu kemungkinan besar tidak akan mendapatkan jatah tiket. Kebijakan ini merujuk pada regulasi keamanan yang sama seperti laga berisiko tinggi Arema FC kontra Persebaya Surabaya.
Sebelum bentrok di pekan kedua, kedua tim akan menjalani laga pembuka. Persija dijadwalkan melakoni laga tandang melawan Borneo FC pada 5 September, sementara Persib menjamu PSM Makassar di Bandung pada 6 September.
Penetapan jadwal derbi di pekan kedua ini merupakan respons atas permintaan khusus dari pihak Persija. Ferry menjelaskan, musim ini I.League mengakomodasi berbagai permintaan klub dalam menyusun kalender pertandingan untuk satu musim penuh.
Duel ini menjadi momen yang sangat dinantikan lantaran Persija terakhir kali menjamu Persib di Jakarta pada Juli 2019. Saat itu, laga di SUGBK berakhir imbang 1-1.
Pada musim lalu, laga kandang Persija terpaksa dipindahkan ke Stadion Segiri, Samarinda, dan berakhir dengan kemenangan Persib 2-1. Kini, kembalinya Derbi Indonesia ke ibu kota dengan kehadiran penonton menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta sepak bola nasional.
Ferry menambahkan, seluruh penjadwalan musim ini menggunakan sistem yang diadopsi dari kompetisi besar seperti Premier League dan J.League. "Semua penjadwalan yang kami lakukan pada tahun ini menggunakan sistem yang diadopsi dari kompetisi besar seperti Premier League, J.League, dan kompetisi besar lainnya," kata Ferry.
Dengan sistem ini, diharapkan kalender pertandingan Super League 2026/2027 lebih terstruktur dan mengakomodasi kebutuhan seluruh klub peserta.