Masjid Raya Dompak Tanjungpinang Direnovasi dengan Anggaran Rp15,9 Miliar, Warna Berubah Jadi Kuning-Hijau Khas Melayu

Penulis: Ronal Siregar  •  Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:48:31 WIB
Masjid Raya Dompak di Tanjungpinang direnovasi dengan anggaran Rp15,9 miliar dan warna bangunan diubah menjadi kuning-hijau khas Melayu.

TANJUNGPINANG — Wajah Masjid Raya Dompak di Kota Tanjungpinang akan berubah total dalam enam bulan ke depan. Selain dicat ulang, bangunan kebanggaan warga Kepulauan Riau ini juga akan mengalami pergantian kubah, penambahan ornamen kuningan kaligrafi, hingga penggantian pintu utama.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek renovasi, Mufti Saily, mengungkapkan nilai kontrak pekerjaan mencapai Rp15.969.975.000. "Waktu pelaksanaan selama enam bulan, ditargetkan Desember selesai," kata Mufti, Rabu (12/8/2026).

Warna Baru: Kuning dan Hijau, Nuansa Melayu yang Lebih Segar

Salah satu perubahan paling mencolok adalah transformasi warna masjid. Bangunan yang sebelumnya didominasi biru akan berubah menjadi perpaduan kuning dan hijau—warna yang identik dengan budaya Melayu.

"Warna catnya diganti, biar lebih fresh aja dan lebih warna bernuansa Melayu," pungkasnya.

Lift Menara dan Aula Belum Tersentuh, Ini Alasannya

Meski anggaran yang digelontorkan tergolong besar, tidak semua bagian masjid bisa diperbaiki tahun ini. Mufti menyebutkan sejumlah fasilitas yang mengalami kerusakan, seperti lift akses menuju menara, bestmen, dan aula di bagian bawah masjid, belum masuk dalam lingkup pekerjaan renovasi saat ini.

"Untuk pekerjaan lift memang belum masuk penanganannya tahun ini. Karena keterbatasan anggaran," tambahnya.

Renovasi Masjid Raya Dompak: Apa Saja yang Dikerjakan?

Ruang lingkup pekerjaan yang dilakukan pada proyek senilai belasan miliar rupiah ini meliputi:

  • Pengecatan bangunan utama masjid
  • Pergantian kubah
  • Penambahan ornamen kuningan kaligrafi
  • Pergantian pintu masjid

Pengerjaan proyek ini menjadi perhatian warga Tanjungpinang, mengingat Masjid Raya Dompak merupakan salah satu ikon ibadah dan landmark pemerintahan di Provinsi Kepulauan Riau. Dengan target penyelesaian akhir tahun, masjid ini diharapkan dapat kembali digunakan dengan tampilan baru yang lebih megah dan bernuansa lokal.

Reporter: Ronal Siregar
Sumber: vnews.click This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top