BIAS di Tanjungpinang Sasar 24 SD Hingga Pertengahan Agustus, Siswi Kelas 5 Dapat Vaksin HPV

Penulis: Binsar Gultom  •  Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:24:01 WIB
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin HPV kepada siswi kelas 5 SD dalam program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG — Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di Kota Tanjungpinang berjalan bertahap di sejumlah kecamatan. Hingga pertengahan Agustus, empat puskesmas telah menggelar penyuntikan vaksin di sekolah-sekolah wilayah kerjanya, sementara empat puskesmas lainnya baru akan memulai setelah 18 Agustus.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB Kota Tanjungpinang Rustam mengatakan, cakupan imunisasi tingkat sekolah dasar baru mencapai 24 dari 78 SD yang menjadi sasaran. Untuk tingkat SMP sederajat, program ini menyasar 33 sekolah dengan target siswi kelas 9.

Vaksin HPV untuk Siswi Kelas 5 SD

Pada jenjang SD, pemberian vaksin dibedakan berdasarkan usia dan jenis kelamin. Siswa kelas 1 menerima vaksin Measles Rubella (MR) untuk mencegah campak dan rubella, sedangkan siswi kelas 5 mendapatkan vaksin Human Papillomavirus (HPV).

Rustam menjelaskan, pemberian vaksin HPV pada anak perempuan di usia sekolah dasar dilakukan sebelum mereka terpapar virus. Pada tahap usia tersebut, tubuh dinilai mampu membentuk respons antibodi yang jauh lebih kuat dibandingkan saat dewasa.

“Tubuh anak-anak memberikan reaksi pembentukan antibodi yang jauh lebih kuat dibanding saat mereka sudah dewasa. Karena itu, perlindungan terhadap risiko kanker serviks bisa dimulai sejak jauh-jauh hari,” jelasnya, Jumat (14/8).

Mengapa Vaksin MR Diulang di Sekolah?

Vaksin MR yang diberikan kepada siswa kelas 1 berfungsi sebagai penguat antibodi. Di lingkungan sekolah, intensitas interaksi antar anak meningkat, sehingga risiko penularan penyakit campak dan rubella menjadi lebih tinggi.

“Pemberian vaksin MR menjadi penguat antibodi anak agar tetap tinggi saat mereka berinteraksi di sekolah. Selain itu, juga untuk mencegah komplikasi berbahaya dan mencegah terjadinya wabah di lingkungan sekolah,” ujar Rustam.

Campak sendiri dapat berkembang menjadi komplikasi serius seperti radang paru (pneumonia) dan radang selaput otak (ensefalitis) bila tidak ditangani. Imunisasi di sekolah juga membantu membentuk kekebalan kelompok, sehingga anak yang tidak bisa menerima vaksin karena kondisi kesehatan tertentu tetap terlindungi.

Jadwal Pelaksanaan di Empat Puskesmas

Kegiatan BIAS saat ini dijalankan oleh puskesmas sesuai wilayah kerja masing-masing. Hingga 15 Agustus, Puskesmas Sei Jang, Tanjung Unggat, Mekar Baru, dan Tanjungpinang telah melaksanakan penyuntikan.

Empat puskesmas lainnya baru akan menjalankan imunisasi setelah 18 Agustus. Rustam menambahkan, pelaksanaan imunisasi di sekolah diharapkan memberi perlindungan kepada anak sekaligus membangun kesadaran bahwa pencegahan penyakit perlu dilakukan sejak usia dini.

Reporter: Binsar Gultom
Sumber: gotvnews.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top