Debit Air Waduk di Kundur Karimun Susut Ekstrem, Perumda Tirta Mulia Hentikan Distribusi Air ke 800 Pelanggan

Penulis: Binsar Gultom  •  Senin, 17 Agustus 2026 | 12:11:11 WIB
Waduk Tempan di Pulau Kundur, Karimun, menyusut hingga menyisakan kedalaman setengah meter dari total empat meter.

KARIMUN — Perumda Tirta Mulia Karimun mengambil langkah darurat dengan menghentikan aliran air ke pelanggan di Pulau Kundur. Keputusan ini diambil setelah kedalaman Waduk Tempan turun drastis hingga menyisakan setengah meter air dari total kedalaman empat meter.

Direktur Perumda Tirta Mulia Karimun, Ferry Kurniawan, menyebut waduk tadah hujan itu memang tidak memiliki sumber mata air alternatif. Kondisi ini membuatnya sangat rentan menyusut ketika curah hujan minim seperti yang terjadi belakangan ini.

Distribusi Air Bergiliran dan Opsi Hujan Buatan

Untuk memastikan warga tetap mendapat pasokan, Perumda akan memberlakukan sistem distribusi bergiliran. "Jumlah sambungan pelanggan di Kundur itu sekitar 800 SR. Waduk tempan yang kedalamannya 4 meter dan saat ini menyusut 3,5 meter merupakan waduk tadah hujan, sehingga tidak memiliki sumber mata air dan rawan menyusut saat curah hujan sedikit," kata Ferry, Minggu (16/8/2026).

Perumda tidak tinggal diam. Ferry menyebut pihaknya tengah berkoordinasi dengan Pemkab Karimun, BPBD, BMKG, BNPB, dan BRIN untuk mengkaji kemungkinan melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan.

Waduk Lain di Karimun Juga Menyusut

Fenomena penyusutan debit air ternyata tidak hanya melanda Pulau Kundur. Sejumlah waduk di Pulau Karimun juga mengalami penurunan muka air, meski belum masuk kategori ekstrem seperti Waduk Tempan.

Berdasarkan data yang dihimpun Perumda, Waduk Sei Bati mengalami penyusutan tiga meter dari posisi awal sepuluh meter. Sementara itu, Waduk Pongkar dan Waduk Sentani masing-masing menyusut sekitar satu meter dari kedalaman awal 14 meter dan 10 meter.

Di wilayah Sawang, Waduk Layang menyusut 1,5 meter dari posisi awal lima meter. Kondisi serupa terjadi di Waduk Sido Dadi Cabang Moro yang kehilangan kedalaman 50-60 sentimeter dari total kedalaman lima meter.

Warga Diminta Segera Hemat Air

Menghadapi situasi ini, Ferry mengimbau seluruh pelanggan untuk bijak menggunakan air bersih. Penghematan di tingkat rumah tangga dinilai menjadi kunci utama untuk menjaga agar pasokan air yang tersisa bisa bertahan lebih lama.

Langkah antisipasi jangka pendek seperti pendistribusian bergiliran akan terus dievaluasi seiring perkembangan kondisi cuaca dan debit air di masing-masing waduk.

Reporter: Binsar Gultom
Sumber: alurnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top