Solo Genjot Pariwisata Wellness dan Olahraga untuk Perkuat Ekonomi Kota

Penulis: Maruli Sinaga  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:38:01 WIB
Pelaku usaha penyewaan mobil di Solo merasakan dampak peningkatan permintaan seiring geliat sektor jasa dan pariwisata kota.

KEPULAUAN RIAU — Geliat ekonomi Kota Solo dalam beberapa bulan terakhir terasa nyata di sektor jasa dan pariwisata. Parid (30), pemilik usaha penyewaan mobil, mengakui kemajuan kota yang akrab disapa Solo itu berdampak langsung pada okupansi kendaraannya. "Kemajuan kota sangat terasa, permintaan sewa mobil untuk tamu luar kota dan kebutuhan operasional event meningkat," ujarnya kepada Katadata.co.id.

Dampak Event dan Investasi ke Sektor Riil

Strategi yang dijalankan pemkot tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur fisik. Fokus pada wisata wellness dan olahraga dirancang untuk menarik segmen pengunjung dengan daya beli tinggi dan durasi tinggal lebih lama. Kehadiran hotel-hotel baru serta pusat kebugaran kelas premium menjadi sinyal bahwa investor merespons positif arah kebijakan ini.

Perputaran uang dari sektor ini tidak hanya dinikmati pengusaha besar. Warung makan, transportasi lokal, hingga pelaku UMKM ikut menikmati efek berganda saat event olahraga atau kegiatan wellness berlangsung. Pola ini diharapkan menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih berkelanjutan dibandingkan mengandalkan sektor konvensional semata.

Pekerjaan Rumah: Promosi dan Kesenjangan Upah

Meski optimisme tumbuh, ada pekerjaan rumah yang belum tuntas. Jangkauan promosi destinasi wellness Solo masih kalah masif dibandingkan kota tetangga seperti Yogyakarta. Tanpa strategi komunikasi yang lebih agresif, potensi pasar wisatawan mancanegara dan domestik yang belum mengenal Solo sulit dijangkau.

Persoalan lain yang tak kalah krusial adalah kesenjangan upah. Pertumbuhan ekonomi yang didorong sektor jasa modern belum sepenuhnya menaikkan pendapatan tenaga kerja di sektor informal. Jika kesenjangan ini dibiarkan, dikhawatirkan muncul gejolak sosial yang justru mengganggu stabilitas pariwisata kota.

Harapan Pelaku Usaha Lokal di Tengah Optimisme

Parid mewakili suara pelaku usaha kecil yang menaruh harapan besar pada keberlanjutan program ini. Menurutnya, yang dibutuhkan sekarang adalah konsistensi kebijakan dan kemudahan perizinan agar pengusaha lokal bisa naik kelas mengikuti pertumbuhan kota. "Jangan sampai investor besar masuk tapi yang lokal hanya jadi penonton," tegasnya.

Ke depan, kolaborasi antara pemerintah, asosiasi pengusaha, dan akademisi menjadi kunci untuk memastikan rantai pasok industri wisata terisi oleh produk dalam kota. Dengan begitu, setiap rupiah yang dibelanjakan wisatawan bisa memutar ekonomi lokal secara lebih merata.

Reporter: Maruli Sinaga
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top