BINTAN — Antusiasme luar biasa menyelimuti gelaran Tour de Bintan 2026. Ajang balap sepeda internasional yang akan digelar pada 21-23 Agustus ini berhasil menarik minat 838 pebalap dari berbagai penjuru dunia, sebuah capaian yang menunjukkan daya tarik Bintan sebagai tuan rumah event bergengsi.
Panitia mencatat partisipasi peserta tahun ini berasal dari empat benua, sebuah pencapaian yang jarang terjadi di ajang sport tourism di Indonesia. Berdasarkan rekapitulasi data, jumlah peserta ini tersebar di lima kategori perlombaan yang ditawarkan, memberikan ruang bagi pebalap dengan berbagai tingkat kemampuan.
Dari total peserta, pebalap asal Singapura dan Indonesia menjadi kontributor terbesar. Namun, gairah balap sepeda juga datang dari Malaysia, Filipina, Jepang, Taiwan, hingga Mesir yang mewakili benua Asia. Sementara itu, Eropa mengirimkan wakilnya dari Inggris, Perancis, Italia, Belanda, dan Norwegia.
Tak berhenti di situ, peserta dari benua Amerika dan Australia juga tercatat hadir, menjadikan Tour de Bintan 2026 sebagai ajang yang benar-benar mendunia. Keberagaman asal peserta ini menjadi magnet tersendiri yang memperkuat atmosfer kompetisi di setiap kategori.
Tour de Bintan 2026 tidak hanya menyuguhkan satu jenis perlombaan. Ada lima kategori yang dipertandingkan untuk mengakomodasi kemampuan dan karakter balapan yang berbeda. Berikut rincian jumlah peserta di setiap kategori:
Kategori Gran Fondo Classic dengan jarak 150 kilometer menjadi primadona dengan jumlah peserta terbanyak. Hal ini menunjukkan bahwa para pebalap siap menaklukkan tantangan rute terpanjang yang disuguhkan pemandangan alam Bintan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Ronny Kartika, menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan promosi yang menarik ratusan peserta mancanegara. Ia menilai kehadiran mereka bukan sekadar kompetisi, melainkan juga diplomasi pariwisata.
"Ajang ini tidak hanya menjadi wadah kompetisi olahraga sepeda, tetapi juga mempertemukan komunitas pesepeda dari berbagai negara di kawasan pariwisata Bintan. Secara langsung juga mempromosikan keindahan alam dan wisata Bintan di mata dunia," ungkap Ronny, Rabu (19/8).
Gelaran ini diharapkan memberi dampak berkelanjutan bagi perekonomian lokal. Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta dan ofisial dipastikan akan mengisi hotel, restoran, dan pusat oleh-oleh di sekitar lintasan, menghidupkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) milik warga.
Dengan reputasi yang semakin solid, Tour de Bintan diposisikan sebagai agenda tahunan yang memperkuat citra Kabupaten Bintan sebagai destinasi olahraga unggulan. Ajang ini juga menjadi bukti nyata bahwa Kabupaten Bintan mampu menyelenggarakan event berskala internasional yang berdampak positif bagi promosi wisata hingga ke pasar global.