Murcielago LP 670-4 Superveloce Terakhir Bertransmisi Manual Dilelang, Harga Mulai Rp 30 Miliar

Penulis: Binsar Gultom  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 22:35:31 WIB
Murcielago LP 670-4 Superveloce bertransmisi manual terakhir dilelang dengan harga mulai Rp 30 miliar.

KEPULAUAN RIAU — Bagi penggemar supercar era 2000-an, Murcielago selalu punya tempat spesial. Ia adalah jembatan antara masa lalu Lamborghini yang liar dan era baru di bawah naungan Volkswagen Group. Kini, salah satu varian paling ekstremnya, LP 670-4 Superveloce, siap dilelang dan jadi rebutan kolektor dunia.

Hanya Lima Unit di Dunia, Satu-satunya dengan Warna Marrone Eklipsis

RM Sotheby's akan melelang unit ini dalam waktu dekat. Yang membuatnya sangat langka, selain transmisi manualnya, adalah kombinasi warna dan interior yang tidak dimiliki Murcielago lain.

Lamborghini menyebutnya Marrone Eklipsis, warna metallic brown yang sebelumnya hanya dipakai Diablo VT 6.0 SE. Dipadukan dengan pelek emas dan interior dua warna Marrone Janus/Avorio Lilium, unit ini tampil beda dari Superveloce lain yang kebanyakan kuning atau oranye.

Mesin V12 6.5 Liter Bertenaga 670 PS, Jadi Generasi Terakhir

Soal performa, Superveloce bukan main-main. Mesin V12 6.5 liter yang diusungnya menghasilkan 670 PS, naik 30 PS dari LP 640-4 berkat ubahan pada sistem exhaust, pengapian, dan penambahan variable valve timing. Tenaga ini disalurkan ke keempat roda melalui transmisi manual 6-percepatan dengan gated shifter khas Lamborghini.

Bobotnya juga diklaim 220 pound atau sekitar 100 kg lebih ringan dari Murcielago standar. Suspensi dan aerodinamika dirancang ulang untuk kebutuhan sirkuit. Menariknya, unit ini tidak memakai sayap belakang besar bawaan Superveloce, melainkan opsi low-drag wing yang jarang diketahui orang. Pilihan ini konon menaikkan kecepatan maksimum dari 209 mph menjadi 212 mph.

Mengapa Unit Ini Begitu Spesial bagi Kolektor?

Murcielago adalah model terakhir yang memakai mesin V12 asli Lamborghini, yang silsilahnya bisa ditelusuri hingga Miura dan Countach. Setelahnya, Aventador hadir dengan mesin V12 yang dirancang dari lembaran kosong, dan Revuelto kini mengandalkan plug-in hybrid.

Lebih dari itu, Superveloce manual ini menjadi penanda berakhirnya era pedal ketiga di Lamborghini V12. Aventador dan Revuelto sepenuhnya beralih ke transmisi otomatis. Karena itu, unit ini bukan sekadar mobil cepat, melainkan artefak sejarah yang menutup satu babak panjang pabrikan asal Sant'Agata Bolognese tersebut.

Bagi yang berminat, RM Sotheby's belum mengumumkan estimasi harga resmi. Namun, mengingat kelangkaannya, angka yang wajar diperkirakan menembus USD 1,9 juta atau setara Rp 30 miliar lebih. Sebuah harga yang pantas untuk mobil yang menjadi generasi terakhir dari garis keturunan V12 paling ikonik di dunia otomotif.

Reporter: Binsar Gultom
Sumber: thedrive.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top