Pencarian

Jarak Pandang di Batam Turun Jadi 6 Kilometer Imbas Asap Titik Api, BMKG Sebut Aktivitas Penerbangan Masih Aman

Senin, 24 Agustus 2026 • 21:41:32 WIB
Jarak Pandang di Batam Turun Jadi 6 Kilometer Imbas Asap Titik Api, BMKG Sebut Aktivitas Penerbangan Masih Aman
Jarak pandang di Batam tercatat turun menjadi 6 kilometer akibat asap dari titik api di Kepulauan Riau pada Senin pagi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam mencatat jarak pandang di Kota Batam, Kepulauan Riau, turun hingga 6 kilometer pada Senin pagi. Penurunan dari kondisi normal yang biasanya mencapai 10 kilometer ini diduga kuat dipicu oleh asap dari sejumlah titik api atau kebakaran lahan di wilayah Kepulauan Riau, termasuk di Batam.

BATAM — Penurunan jarak pandang ini mulai teramati sejak pukul 06.00 WIB. Prakirawan BMKG Hang Nadim Batam, Fitri Annisa, menjelaskan bahwa sebaran asap tidak merata di seluruh wilayah kota.

"Biasanya kondisi cuaca normal, yaitu cerah berawan, jarak pandang berkisar 10 kilometer. Namun, hari ini teramati kondisi jarak pandang menurun hingga mencapai 6 kilometer," kata Fitri di Batam, Senin.

Asap Terbawa Angin Hingga ke Sekitar Bandara

Meski lokasi kebakaran tidak berada di dekat Bandara Internasional Hang Nadim, arah angin membuat asap menyebar ke sejumlah wilayah lain. Hal ini yang kemudian memengaruhi jarak pandang di sekitar bandara dan area permukiman.

Menurut Fitri, asap yang terbawa angin cenderung berkumpul dan bercampur dengan udara pagi yang lembap. Kondisi inilah yang membuat ketebalan asap berbeda-beda di tiap lokasi.

"Walaupun titik apinya tidak berada di sekitar wilayah bandara, karena ada pengaruh angin, asap tersebut bisa sampai ke beberapa wilayah lain di Kota Batam, termasuk wilayah bandara," ujarnya.

Kebakaran 35 Hektare di Tembesi Jadi Salah Satu Sumber

Salah satu sumber asap yang teridentifikasi adalah kebakaran lahan di kawasan perbukitan dan semak belukar Jalan Trans Barelang, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung. Insiden yang terjadi pada Sabtu (22/8) itu menghanguskan area seluas sekitar 35 hektare.

Fitri memastikan kondisi jarak pandang 6 kilometer masih memungkinkan untuk mendukung operasional penerbangan, baik untuk lepas landas maupun pendaratan. Namun, visibilitas pilot disebut tidak sejernih kondisi normal.

"Kalau 6 kilometer itu masih bisa. Biasanya 10 kilometer sangat jelas untuk take off, tetapi 6 kilometer masih bisa. Hanya memang tidak sejelas seperti biasanya," katanya.

BMKG Terus Pantau dan Imbau Warga Tak Bakar Lahan

BMKG menyatakan akan terus memantau perkembangan jarak pandang dan kondisi atmosfer. Informasi terbaru akan segera disampaikan kepada pemangku kepentingan, termasuk otoritas bandara dan maskapai, apabila terjadi perubahan signifikan yang berpotensi mengganggu aktivitas.

Fitri mengimbau masyarakat untuk berperan aktif mencegah kebakaran lahan. Dua hal yang ditekankan adalah tidak membuang puntung rokok sembarangan serta tidak membakar sampah atau lahan untuk membuka area baru.

"Kalau melihat adanya kebakaran hutan atau lahan di sekitar, masyarakat diharapkan turut berperan aktif dalam membantu penanganan dan melaporkannya kepada pihak terkait," kata Fitri.

Follow batamdaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kepri.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks