ANAMBAS — Suasana riuh rendah mewarnai lapangan SD Negeri 007 Muntai, Desa Teluk Siantan, Kecamatan Siantan Tengah, Kabupaten Kepulauan Anambas, pada Senin (24/8/2026). Rangkaian perlombaan tradisional digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, melibatkan seluruh siswa dan tenaga pendidik dengan penuh antusiasme.
Berbeda dari perayaan yang berfokus pada kemeriahan semata, sekolah yang berada di tengah gugusan pulau ini mengemas peringatan kemerdekaan sebagai wahana pendidikan karakter. Lomba yang dipertandingkan pun dipilih secara khusus, mulai dari estafet air, estafet tebak kata, estafet sarung, hingga estafet pukul paku.
Bukan Sekadar Lomba, tapi Media Pembentukan Karakter
Kepala SD Negeri 007 Muntai, Dewi Sartika, S.Pd.SD, menegaskan bahwa peringatan 17 Agustus memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar ajang perlombaan dan hiburan. Momen ini dimanfaatkan untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Peringatan 17 Agustus bukan hanya tentang perlombaan dan kemeriahan saja, tapi lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum bagi kita untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Nilai Sportivitas dan Kebersamaan Ditekankan pada Siswa
Melalui berbagai permainan yang dilaksanakan, para siswa diharapkan dapat belajar mengenai pentingnya kebersamaan, kerja sama, sportivitas, disiplin, keberanian, serta sikap pantang menyerah. Dewi menekankan bahwa kemenangan bukanlah tujuan utama dari perlombaan ini.
“Menang atau kalah bukanlah hal yang utama, yang terpenting adalah bagaimana kita mengikuti kegiatan dengan penuh semangat, jujur, sportif, dan tetap rukun dengan teman. Jadikan perlombaan ini sebagai kesempatan untuk bergembira sekaligus mempererat hubungan antarsiswa, guru, dan seluruh warga sekolah,” katanya.
Para guru terlihat aktif memberikan dukungan di setiap pos perlombaan, sementara sorak-sorai dan tawa ceria dari para siswa mewarnai jalannya acara. Semangat kebersamaan terpancar jelas dari setiap regu yang berlaga dalam berbagai cabang estafet yang dipertandingkan.
Pesan untuk Generasi Penerus Bangsa
Di akhir rangkaian acara, Dewi Sartika berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti perlombaan dengan tertib dan menjunjung tinggi sportivitas. Ia mengingatkan para pemenang untuk tidak cepat berpuas diri, dan bagi yang belum berhasil agar menjadikan pengalaman tersebut sebagai motivasi untuk terus berkembang.
“Mari kita isi kemerdekaan dengan hal-hal positif. Sebagai pelajar, tugas kita adalah belajar dengan sungguh-sungguh, berprestasi, memiliki karakter yang baik, serta menjadi generasi yang membanggakan orang tua, sekolah, dan bangsa Indonesia,” tuturnya.
Kepala sekolah juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan acara ini. Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana efektif untuk memperkuat persaudaraan serta membentuk karakter siswa yang kompak dan memiliki semangat juang tinggi, sejalan dengan nilai-nilai perjuangan para pahlawan bangsa.