Kepolisian Resor Kepulauan Anambas menyelidiki penyebab kematian seorang pria berinisial S (44) yang ditemukan meninggal di rumahnya di Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau. Penyidik telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk istri dan tetangga korban, sambil menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan rangkaian peristiwa secara utuh.
ANAMBAS — Kapolres Kepulauan Anambas AKBP Misbachul Munir menyatakan pihaknya mengedepankan penanganan yang profesional, objektif, dan humanis dalam kasus kematian pria berinisial S (44) di Kecamatan Jemaja. Ia menegaskan privasi keluarga korban harus tetap dihormati di tengah suasana duka.
"Kami mengedepankan penanganan yang profesional, objektif, dan humanis. Di tengah suasana duka, privasi keluarga harus tetap dihormati dan setiap informasi harus disampaikan secara bertanggung jawab," kata Misbachul saat dikonfirmasi dari Batam.
Polisi juga mengimbau masyarakat tidak menyebarluaskan identitas, foto, maupun informasi pribadi korban dan keluarganya secara berlebihan.
Kapolsek Jemaja Iptu Sutomo menyebut keterangan awal yang dihimpun penyidik menunjukkan korban sempat terlibat perselisihan dengan istrinya sebelum ditemukan meninggal dunia. Setelah perselisihan itu, istri korban meninggalkan rumah untuk menemui keluarganya.
Tidak lama kemudian, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam rumah. Pihak keluarga kemudian meminta bantuan warga sebelum peristiwa tersebut dilaporkan kepada kepolisian.
Personel Polsek Jemaja yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi, mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan sejumlah saksi, serta membawa korban ke fasilitas kesehatan untuk menjalani pemeriksaan medis.
Menurut Sutomo, pemeriksaan awal menemukan sejumlah tanda pada tubuh korban. Meski demikian, kepolisian belum menyimpulkan penyebab kematian karena masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan mencocokkannya dengan keterangan para saksi.
"Kami memastikan seluruh proses penanganan dilakukan sesuai prosedur. Keterangan para saksi dan hasil pemeriksaan medis menjadi bagian penting untuk memastikan rangkaian peristiwa secara utuh," katanya.
Misbachul menyatakan keluarga telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak akan menuntut pihak mana pun. Korban juga telah diserahkan kepada keluarga dan dikebumikan.
"Korban sudah diserahkan kepada keluarga dan telah dikebumikan," ujarnya.
Hingga kini, penyidik Polres Kepulauan Anambas masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab kematian. Polisi memastikan seluruh proses penanganan berjalan sesuai prosedur dengan mengedepankan keterangan saksi dan bukti medis sebagai dasar penyelidikan.