BATAM — Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (DP3AP2KB) Kota Batam menurunkan tim medis dan penyuluh ke permukiman warga untuk mempermudah akses terhadap layanan keluarga berencana. Kepala Bidang Keluarga Berencana, Ketahanan, dan Kesejahteraan Keluarga DP3AP2KB Kota Batam, Dewi Murni, menyebut kegiatan ini menjadi kesempatan bagi masyarakat berkonsultasi soal metode kontrasepsi yang sesuai.
Layanan menyambangi 12 puskesmas yang mencakup Kelurahan Tanjung Riau, Sungai Lekop, Tanjung Piayu, Tanjung Uma, Belian, Tanjung Buntung, Kabil, Buliang, Tanjung Sengkuang, Batu Besar, Sadai, dan Tanjung Uncang.
Jadwal Jemput Bola Bergeser ke Kelurahan Lain
Setelah pembukaan di Tanjung Buntung, tim medis melanjutkan pelayanan ke kantor Kelurahan Kabil pada 24 September, kantor Kelurahan Buliang pada 25 September, dan kantor Kelurahan Tanjung Sengkuang pada 29 September 2026. Jadwal bergulir itu membuat warga di kelurahan berbeda bisa mengakses layanan tanpa harus datang jauh ke puskesmas.
"Di 12 titik itu ada penyuluhan juga, jadi masyarakat bisa bertanya tentang KB yang cocok, terutama bagi peserta KB baru. Bisa berkonsultasi dengan kader, penyuluh maupun tenaga medis. Hari ini pelayanan ada di Tanjung Buntung, Bengkong," kata Dewi saat dihubungi di Batam, Rabu 23 September 2026.
Layanan Tetap Jalan di 21 Puskesmas Setiap Hari
Dewi menegaskan layanan KB gratis tidak berhenti setelah program jemput bola berakhir di 12 titik tersebut. Warga tetap bisa memperoleh pelayanan serupa setiap hari di seluruh puskesmas se-Kota Batam.
"Di puskesmas tetap berjalan setiap hari dan gratis bagi masyarakat yang memiliki BPJS Kesehatan. Di Batam ada 21 puskesmas yang tersebar di setiap kecamatan untuk mendapatkan layanan KB gratis," ujarnya.
Target Kepri: 6.181 Peserta Baru hingga 7 Oktober
Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepri, Victor Palimbong, menyatakan pelayanan KB gratis bergulir serentak di seluruh wilayah Kepulauan Riau dalam rangka menyambut World Contraception Day (WCD).
"Kegiatan tersebut berlangsung pada 7 September hingga 7 Oktober 2026 di setiap kabupaten/kota di Kepri melalui fasilitas kesehatan yang digerakkan oleh organisasi perangkat daerah masing-masing," katanya.
Untuk wilayah Kepri, program ini menargetkan jangkauan 6.181 peserta baru (PB), 928 peserta baru metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP), serta 2.403 peserta KB pasca-persalinan (KBPP). Target itu tersebar di kabupaten dan kota yang menjalankan layanan melalui fasilitas kesehatan masing-masing hingga awal Oktober 2026.