Pencarian

Kodaeral IV Gelar Lomba Layar Piala Panglima TNI di Batam, 35 Peserta dari 9 Daerah Berlaga di Nongsa

Sabtu, 19 September 2026 • 10:39:31 WIB
Kodaeral IV Gelar Lomba Layar Piala Panglima TNI di Batam, 35 Peserta dari 9 Daerah Berlaga di Nongsa

Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV menggelar Open Tournament Kejuaraan Cabang Olahraga Layar Piala Panglima TNI Tahun 2026 di Nongsa Point Marina, Batam, Kepulauan Riau. Kejuaraan yang mempertandingkan empat kategori ini diikuti 35 peserta, termasuk delapan atlet perempuan dan sejumlah personel TNI dari berbagai komando. Perlombaan menjadi bagian rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI sekaligus momentum menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap laut dan budaya bahari.

BATAM — Komandan Kodaeral IV Laksamana Muda TNI Berkat Widjanarko menyatakan perlombaan layar sengaja digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI. Menurut dia, kegiatan itu juga menjadi sarana menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap laut dan budaya bahari Indonesia.

"Kami melaksanakan perlombaan layar dalam rangka Hari Ulang Tahun TNI ke-81. Bangsa Indonesia adalah bangsa bahari. Dan dengan kita mencintai bahari, lautnya, dan maritimnya adalah untuk keselamatan bangsa dan Indonesia," kata Berkat di Batam, Jumat.

Empat Kategori Dipertandingkan, ILCA hingga Techno 293

Kejuaraan tersebut mempertandingkan empat kategori, yakni ILCA 6 Open, ILCA 7 Men, ILCA 7 TNI/Polri, dan Techno 293 Open. Total peserta mencapai 35 orang, terdiri atas delapan peserta perempuan dan atlet dari sejumlah daerah.

Daerah yang mengirimkan wakilnya meliputi Jawa Timur, Papua, Jawa Barat, DKI Jakarta, Kepri, Bali, Kalimantan Timur, Tasikmalaya, dan Banten. Sementara peserta dari kalangan TNI berasal dari Kodaeral X, Komando Armada I (Koarmada I), Lanal Palembang, Kolinlamil, serta Kodaeral IV selaku tuan rumah.

Mengapa Batam dan Kepri Dipilih Jadi Lokasi Lomba

Berkat menuturkan lomba dan lokasi tersebut dipilih karena Kepri dinilai merepresentasikan karakter Indonesia sebagai negara kepulauan. Menurut dia, wilayah itu dianggap paling mendekati gambaran Indonesia secara keseluruhan.

"Kalau melihat Indonesia secara luas, Kepri ini paling tidak seperti miniaturnya. Dipilih di Batam karena kekuatan bangsa kita harus dan bisa terwujud dimanapun berada," ujarnya.

Lintasan Pendek 600-700 Meter, Pengamanan Berlapis

Asisten Operasi Dankodaeral IV Kolonel Laut Pelaut Djawara Whimbo menjelaskan setiap perlombaan memakai lintasan relatif pendek. Jika dikonversikan ke jarak darat, panjang lintasan sekitar 600-700 meter.

Pengaturan unsur pengamanan dilakukan berlapis untuk memastikan evakuasi bisa segera dilakukan bila terjadi kecelakaan. Sebuah kapal ditempatkan di garis start sebagai pengawas, sementara satu kapal lain disiapkan sebagai ambulans apung.

"Posisi kapal evakuasi kita atur. Ada kapal di garis start sebagai pengawas, kemudian satu kapal sebagai ambulans apung. Di tengah ada RIB (Rigid Inflatable Boat) yang bergerak mengikuti peserta, kemudian sekoci karet di sebelah kanan juga bergerak mengikuti peserta. Di paling jauh ada kapal pengawas untuk keselamatan," katanya.

Menurut dia, seluruh unsur pengamanan tersebut disiagakan agar proses evakuasi laut dapat berjalan cepat. "Apabila terjadi kecelakaan pada peserta maka mereka akan segera bergerak untuk melaksanakan evakuasi laut," kata dia.

Follow batamdaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kepri.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks