Pencarian

Harga BBM Nonsubsidi Pertamina, Shell, dan BP Kompak Naik per 14 September 2026

Senin, 14 September 2026 • 11:35:01 WIB
Harga BBM Nonsubsidi Pertamina, Shell, dan BP Kompak Naik per 14 September 2026
Harga BBM nonsubsidi Pertamina, Shell, dan BP mengalami penyesuaian per 14 September 2026.

KEPULAUAN RIAUParagraf pembuka: PT Pertamina (Persero) mencatat kenaikan harga pada empat varian produk nonsubsidinya, sementara harga Pertamax dan BBM subsidi justru tidak bergerak. Penyesuaian ini mengikuti tren yang sama di SPBU Shell dan BP, yang lebih dulu menaikkan tarif sejak 1 September 2026.

Berdasarkan laman resmi Pertamina yang diperbarui Senin (14/9/2026), lonjakan paling tajam terjadi pada Dexlite dan Pertamina Dex. Kedua produk diesel itu masing-masing naik Rp 4.000 dan Rp 4.050 per liter dibandingkan harga sebelumnya.

Rincian Harga Terbaru di SPBU Pertamina

Pertalite dan Solar subsidi tetap dibanderol Rp 10.000 dan Rp 6.800 per liter. Harga keduanya tidak berubah karena masih masuk kategori BBM bersubsidi dengan skema penugasan pemerintah.

  • Pertamax: Rp 15.950 per liter (tetap)
  • Pertamax Turbo: Rp 19.600 per liter (naik dari Rp 18.300)
  • Pertamax Green: Rp 19.150 per liter (naik dari Rp 16.600)
  • Dexlite: Rp 23.700 per liter (naik dari Rp 19.700)
  • Pertamina Dex: Rp 25.200 per liter (naik dari Rp 21.150)

Shell dan BP Ikut Menyesuaikan

SPBU Shell menaikkan V-Power Diesel menjadi Rp 25.420 per liter sejak awal bulan. Angka itu kini sejajar dengan BP Ultimate Diesel yang juga dipatok Rp 25.420 per liter, naik dari Rp 21.910 per liter.

Untuk produk bensin, BP 92 masih bertahan di Rp 16.130 per liter. Namun BP Ultimate naik dari Rp 16.760 menjadi Rp 19.330 per liter—selisih Rp 2.570 yang membuatnya bersaing ketat dengan Pertamax Turbo di kisaran Rp 19.600.

Siapa yang Paling Terdampak?

Kenaikan ini paling terasa bagi pemilik kendaraan diesel, terutama angkutan logistik dan kendaraan niaga yang selama ini mengandalkan Dexlite atau Pertamina Dex. Selisih Rp 4.000 per liter pada Dexlite berarti tambahan biaya sekitar Rp 200.000 untuk sekali pengisian tangki 50 liter.

Pengguna mobil pribadi berbahan bakar bensin relatif lebih aman karena Pertamax tidak mengalami perubahan harga. Sementara pemilik kendaraan mewah yang menggunakan Pertamax Turbo atau BP Ultimate harus merogoh kocek lebih dalam sekitar Rp 1.300 hingga Rp 2.570 per liter.

Bagi pelaku UMKM yang menggunakan kendaraan bensin, dampak langsung bisa dibilang minimal. Namun biaya distribusi barang via truk diesel berpotensi ikut naik jika operator menyesuaikan tarif.

Mengapa Harga Naik di Pertengahan Bulan?

Kenaikan ini bukan fenomena baru. Sejak awal September 2026, Shell dan BP sudah lebih dulu menyesuaikan harga, disusul Pertamina pada pekan berikutnya. Pola ini mencerminkan pergerakan harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah yang memengaruhi biaya impor bahan bakar.

Pemerintah melalui Kementerian ESDM biasanya mengevaluasi harga BBM nonsubsidi setiap bulan, tetapi operator swasta seperti Shell dan BP memiliki keleluasaan menyesuaikan lebih cepat mengikuti pasar. Pertamina sebagai badan usaha milik negara cenderung mengikuti dengan jeda beberapa hari.

Hingga pertengahan September, belum ada sinyal penurunan harga. Jika tren global bertahan, konsumen diesel perlu bersiap dengan banderol baru yang lebih tinggi setidaknya hingga evaluasi berikutnya.

Penutup: Kenaikan ini menegaskan bahwa BBM nonsubsidi semakin mengikuti dinamika pasar, sementara BBM subsidi tetap terkunci oleh kebijakan pemerintah. Bagi konsumen, pilihan bahan bakar kini bukan sekadar soal performa mesin, tetapi juga hitungan biaya operasional harian.

Follow batamdaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks