Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memperkuat sistem deteksi dini dan kewaspadaan penyakit melalui penguatan fungsi UPTD Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) di Pulau Dompak, Kota Tanjungpinang. Fasilitas yang dibangun pada 2025 dengan pagu anggaran Rp 18 miliar dari APBN Kementerian Kesehatan RI itu menjadi pusat rujukan regional pemeriksaan kesehatan lingkungan antar-pulau di Kepri. Sekda Kepri Misni menyatakan data presisi laboratorium ini menjadi landasan ilmiah dalam memetakan profil kesehatan masyarakat dan lingkungan secara komprehensif.
TANJUNGPINANG — Sekretaris Daerah Kepulauan Riau Misni menyebut UPTD Labkesmas di Pulau Dompak berperan sebagai pusat rujukan regional pemeriksaan kesehatan lingkungan antar-pulau. Pembangunan gedung laboratorium itu menelan pagu anggaran Rp 18 miliar yang bersumber dari APBN Kementerian Kesehatan RI pada 2025.
Fasilitas tersebut dirancang memperluas kapasitas pemeriksaan laboratorium yang berdampak langsung pada peningkatan mutu pelayanan kesehatan masyarakat. Menurut Misni, kehadiran unit ini mempermudah akses warga pulau terhadap pengujian laboratorium yang berkualitas dan terjangkau.
Apa Saja Tugas UPTD Labkesmas Kepri?
Labkesmas Kepri memegang peran krusial dalam mendeteksi potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) secara dini. Selain itu, unit ini bertugas memantau parameter kesehatan wilayah, melayani pengujian kualitas air, mengawasi keamanan pangan, serta mendeteksi penyakit menular.
Fokus operasionalnya berorientasi pada tindakan preventif. Cakupannya meliputi pengujian mutu air bersih, penanganan limbah, pengawasan kualitas tanah dan udara, hingga pemeriksaan kandungan produk pangan demi menekan risiko penularan penyakit.
"Fasilitas ini dirancang guna memperluas kapasitas pemeriksaan laboratorium yang berdampak langsung pada peningkatan mutu pelayanan kesehatan masyarakat," kata Misni di Tanjungpinang, Kamis.
Mengapa Deteksi Dini Jadi Kunci di Wilayah Kepulauan?
Kondisi geografis Kepri yang terdiri dari banyak pulau membuat akses layanan laboratorium berkualitas menjadi tantangan tersendiri. Kehadiran Labkesmas di Pulau Dompak diproyeksikan memangkas jarak dan waktu pemeriksaan bagi warga di wilayah kepulauan.
"Data presisi dari laboratorium ini menjadi landasan ilmiah dalam memetakan profil kesehatan masyarakat dan lingkungan secara komprehensif," ujar Misni.
Ia menambahkan pelayanan kesehatan tidak hanya soal ketersediaan fasilitas dan tenaga medis. Pemerintah, menurutnya, juga dituntut mampu mendeteksi berbagai potensi gangguan kesehatan sejak dini.
Verifikasi Kemendagri dan Tahap Selanjutnya
UPTD Labkesmas Kepri telah menjalani verifikasi faktual oleh Kementerian Dalam Negeri. Verifikasi itu untuk memastikan kesiapan kelembagaan dan operasional fasilitas dalam menjalankan fungsi pelayanan kesehatan masyarakat setempat.
"Pelayanan kesehatan tidak hanya berbicara mengenai ketersediaan fasilitas dan tenaga medis, namun juga menuntut kemampuan pemerintah dalam mendeteksi berbagai potensi gangguan kesehatan sejak dini," ujar Misni.
Tujuan utama pembangunan laboratorium ini ialah menunjang upaya pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan di lingkungan masyarakat Kepri. Dengan fungsi deteksi dini yang berjalan penuh, Pemprov Kepri berharap risiko penularan penyakit di wilayah kepulauan bisa ditekan sejak titik awal.