BATAM — Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah menilai keberadaan organisasi perempuan punya posisi strategis dalam menyukseskan program pembangunan daerah. Karena jumlahnya banyak, ia menekankan pentingnya sinergi antar-organisasi agar program pemerintah berjalan optimal.
Seminar yang digelar di Kantor Wali Kota Batam itu dihadiri Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Kota Batam Erlita Amsakar, Ketua DWP Kota Batam Erdawati Firmansyah, serta perwakilan seluruh unit DWP di lingkungan Pemerintah Kota Batam, Tim Penggerak PKK, dan istri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Batam.
Sinergi untuk 15 Program Unggulan Amsakar-Li Claudia
Firmansyah menyebut organisasi perempuan di Kota Batam jumlahnya sangat banyak. Kondisi itu membuat sinergi menjadi syarat agar program pemerintah daerah dapat terwujud, terutama dalam menyukseskan 15 program unggulan Amsakar dan Li Claudia.
"Organisasi perempuan sangat banyak. Karena itu, diperlukan sinergi yang baik. Apa yang diprogramkan Pemerintah Kota Batam untuk memajukan kota yang kita cintai ini dapat terwujud, terutama dalam menyukseskan 15 program unggulan Amsakar dan Li Claudia," katanya.
Ia mengapresiasi pelaksanaan seminar yang dinilai dapat menjadi ruang menambah wawasan sekaligus memperkuat kapasitas perempuan dalam menjalankan peran di keluarga, organisasi, maupun lingkungan sosial.
"Atas nama Pemerintah Kota Batam, kami mengapresiasi DWP Kota Batam yang telah menyelenggarakan seminar ini. Kegiatan ini sangat positif dan bermanfaat untuk memberikan pencerahan serta menambah wawasan bagi seluruh peserta," ujar Firmansyah.
Peran Ibu Hadapi Kualitas Udara Batam yang Kurang Baik
Selain soal peran organisasi, Firmansyah mengajak para ibu berperan aktif menghadapi kondisi udara yang kurang baik di Kota Batam. Pemerintah Kota Batam, menurutnya, terus melakukan kajian dan telaah terkait kondisi tersebut, termasuk terhadap pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.
Dalam situasi itu, keluarga dinilai memegang peran penting untuk mengedukasi anak-anak agar menjaga kesehatan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara tidak sehat.
"Peran ibu-ibu sangat penting dalam memberikan edukasi kepada keluarga, terutama anak-anak, agar kita bersama-sama dapat menghadapi kondisi udara yang kurang baik dengan mengurangi kegiatan di luar rumah," ujarnya.
Perempuan Dinilai Bukan Sekadar Pendamping Suami
Firmansyah menegaskan perempuan tidak hanya berperan sebagai pendamping suami. Perempuan juga memiliki peran strategis dalam membangun ketahanan keluarga, mendidik anak, menjaga keharmonisan rumah tangga, serta memberikan kontribusi positif bagi pemerintah dan masyarakat.
Menurutnya, menjadi perempuan sekaligus ibu dan anggota organisasi memiliki tantangan tersendiri karena dituntut mampu membagi waktu antara keluarga, pekerjaan, organisasi, dan kehidupan sosial.
"Menjadi seorang perempuan sekaligus ibu dan anggota organisasi memiliki tantangan tersendiri. Kita dituntut mampu membagi waktu antara keluarga, pekerjaan, organisasi, dan kehidupan sosial," katanya.
Ia berharap seminar tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Setiap materi dan wawasan yang diperoleh peserta, menurutnya, harus dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Melalui seminar ini, mari kita jadikan momentum untuk memberikan kontribusi, pengetahuan, dan inspirasi dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
DWP Diminta Makin Solid dan Mandiri
Firmansyah mengajak seluruh anggota DWP terus memperkuat organisasi agar semakin solid, aktif, mandiri, dan bermanfaat bagi masyarakat. Ia menyebut DWP harus menjadi bagian penting dalam mewujudkan keluarga ASN yang harmonis dan sejahtera serta mendukung program-program Pemerintah Kota Batam.
"Mari kita jadikan Dharma Wanita Persatuan sebagai organisasi yang solid, aktif, mandiri, dan bermanfaat. DWP harus menjadi bagian penting dalam mewujudkan keluarga ASN yang harmonis dan sejahtera serta mendukung program-program Pemerintah Kota Batam," tutupnya.