Pemerintah Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama tiga hari, 15-17 September 2026, akibat kabut asap kiriman dari Pulau Sumatera. Kebijakan ini diputuskan Bupati Bintan Roby Kurniawan usai memimpin rapat koordinasi lintas instansi, Senin, guna mengurangi aktivitas anak di luar ruangan selama kondisi udara belum normal.
BINTAN — Kabut asap tebal menyelimuti Pulau Bintan sejak Senin pagi hingga sore. Jarak pandang terbatas, dan warga dari dewasa sampai anak-anak mulai memakai masker untuk menghindari risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Menghadapi kondisi itu, Pemkab Bintan memilih meniadakan kegiatan belajar tatap muka selama tiga hari ke depan. Keputusan diambil setelah rapat koordinasi yang diikuti perangkat daerah, instansi terkait, dan seluruh camat se-Kabupaten Bintan, baik luring maupun daring.
Dua Konsep Belajar Selama PJJ
Bupati Bintan Roby Kurniawan menyebut PJJ dijalankan dari rumah dengan dua pendekatan sekaligus.
"PJJ dilaksanakan dari rumah menggunakan dua konsep belajar, yaitu via zoom meeting serta pemberian tugas sesuai kurikulum pembelajaran," kata Roby usai memimpin rapat koordinasi bersama instansi terkait untuk membahas langkah pencegahan dan penanganan kabut asap, Senin.
Zoom dan penugasan kurikulum dipakai bersamaan, bukan saling menggantikan. Sekolah diberi ruang menyesuaikan keduanya dengan kondisi masing-masing.
Alasan Anak-Anak Ditarik dari Ruang Kelas
Roby menjelaskan kebijakan ini diambil sebagai upaya mengurangi aktivitas anak-anak di luar ruangan serta memberikan perlindungan kepada pelajar selama kondisi kabut asap masih terjadi.
Menurut dia kondisi kabut asap perlu disikapi dengan langkah cepat dan terukur, terutama untuk melindungi masyarakat dari dampak kabut asap.
"Kita harus mengutamakan keselamatan dan kesehatan masyarakat, karena itu seluruh instansi terkait harus bergerak bersama, melakukan pemantauan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai kondisi di lapangan," ujar Roby.
Pemantauan Tiga Hari ke Depan
Bupati meminta seluruh instansi terkait memanfaatkan tiga hari ke depan untuk melakukan pemantauan secara intensif dan mengambil langkah penanganan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.
Koordinasi lintas sektor, kata dia, akan terus dilakukan hingga kondisi kabut asap dapat ditangani dan situasi kembali normal.
"Koordinasi lintas sektor akan terus dilakukan hingga kondisi kabut asap dapat ditangani dan situasi kembali normal," ucap Roby.
Imbauan untuk Warga Bintan
Pemkab Bintan mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah diminta memakai masker.
Warga juga diarahkan mengikuti informasi dan arahan resmi pemerintah, bukan kabar yang belum jelas sumbernya. Bagi orang tua, tiga hari PJJ ini jadi waktu untuk memastikan anak belajar dari rumah sesuai arahan sekolah.