Musrenbang Kelurahan, Amsakar Tekankan Pembangunan Batam Harus Berdampak Langsung
BATAM – Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan bahwa perencanaan pembangunan daerah harus dimulai dari tingkat kelurahan dan diarahkan pada program yang memberi dampak langsung bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Sadai dan Sungai Pelunggut Tahun 2026, Minggu (11/1/2026).
Musrenbang Kelurahan Sadai digelar di Restoran Golden Prawn 933, sementara Musrenbang Kelurahan Sungai Pelunggut berlangsung di GOR Bulu Tangkis Kavling Bukit Kamboja. Dalam kegiatan tersebut, Amsakar menekankan bahwa Musrenbang merupakan bagian penting dari sistem perencanaan pembangunan yang terstruktur dan berjenjang.
Menurut Amsakar, setiap tahapan Musrenbang memiliki peran strategis dalam menyaring usulan masyarakat agar dapat ditetapkan sebagai prioritas pembangunan. Proses tersebut dimulai dari pra-musrenbang, dilanjutkan ke tingkat kelurahan, kecamatan, hingga akhirnya dibahas pada Musrenbang tingkat kota.
Ia menjelaskan bahwa usulan yang telah disepakati di tingkat kelurahan akan kembali diseleksi di tingkat kecamatan. Pada tahap ini, berbagai usulan akan disesuaikan dengan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), pokok-pokok pikiran DPRD, serta arah kebijakan dan visi-misi Pemerintah Kota Batam.
Amsakar juga memaparkan kondisi fiskal daerah yang menuntut adanya penetapan skala prioritas secara ketat. Ia menyebutkan, jika seluruh usulan pembangunan digabungkan, kebutuhan anggaran dapat mencapai sekitar Rp9 triliun, sementara kemampuan APBD Kota Batam saat ini berada di kisaran Rp4,27 triliun.
“Kondisi ini mengharuskan kita memilih program yang benar-benar paling dibutuhkan masyarakat. Tidak semua usulan bisa langsung direalisasikan,” ujarnya.
Meski menghadapi keterbatasan anggaran, Amsakar mengajak masyarakat untuk tetap optimistis. Ia menyampaikan bahwa sejumlah indikator pembangunan Kota Batam menunjukkan capaian positif dalam sepuluh bulan terakhir masa kepemimpinan Amsakar–Li Claudia.
Pertumbuhan ekonomi Batam tercatat mencapai 6,89 persen. Sementara realisasi investasi hingga triwulan III 2025 mencapai Rp54,74 triliun atau sekitar 91 persen dari target Rp60 triliun. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam juga terus meningkat hingga berada di angka 83,8.
Ia menilai capaian tersebut mencerminkan perbaikan kualitas pendidikan, kesehatan, serta kesejahteraan masyarakat. Selain itu, angka pengangguran terbuka dan tingkat kemiskinan juga mengalami penurunan signifikan.
Persentase penduduk miskin di Batam turun dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen, capaian yang mengantarkan Batam meraih penghargaan nasional atas kinerja penurunan kemiskinan.
Menutup arahannya, Amsakar mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat dalam Musrenbang. Ia menegaskan bahwa keterlibatan warga menjadi kunci utama agar pembangunan yang direncanakan benar-benar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Pembangunan yang baik lahir dari perencanaan yang matang dan partisipasi masyarakat. Musrenbang adalah ruang penting untuk memastikan aspirasi warga terakomodasi secara tepat,” pungkasnya.