Prancis memastikan tiket final Thomas Cup 2026 setelah membungkam juara bertahan India dengan skor telak 3-0 di Horsens, Denmark, Sabtu (2/5). Kemenangan bersejarah ini diraih melalui sapu bersih tiga partai tunggal yang dimotori oleh Christo Popov, Alex Lanier, dan Toma Junior Popov.
Dominasi Prancis terlihat sejak partai pembuka di Arena Horsens. Skuad "Les Bleus" tampil tanpa celah untuk menghentikan ambisi India mempertahankan gelar. Hasil ini sekaligus menandai kebangkitan kekuatan baru bulu tangkis Eropa di panggung beregu putra paling bergengsi di dunia tersebut.
Christo Popov yang turun sebagai tunggal pertama langsung tancap gas. Menghadapi Ayush Shetty, Christo tampil sangat dominan dan tidak memberikan ruang bagi lawan untuk berkembang. Penempatan bola yang akurat dan serangan tajam menjadi kunci utama pemain kidal ini dalam mendulang poin demi poin.
Ayush Shetty tampak kesulitan mengimbangi kecepatan ritme yang dibangun Christo. Hanya dalam waktu 39 menit, Christo menyudahi perlawanan tunggal pertama India tersebut dengan skor mencolok 21-11 dan 21-9. Kemenangan cepat ini memberikan suntikan moral yang luar biasa bagi kubu Prancis.
Memasuki partai kedua, tensi pertandingan meningkat saat Alex Lanier bertemu pemain senior India, Kidambi Srikanth. Pengalaman Srikanth sempat menyulitkan Lanier di awal gim. Namun, Lanier yang sedang dalam performa menanjak menunjukkan ketenangan luar biasa untuk meladeni permainan reli panjang lawan.
Duel adu taktik terjadi di sepanjang gim kedua. Srikanth mencoba mengejar ketertinggalan dengan permainan net yang tipis, tetapi Lanier merespons dengan smes-smes keras yang sulit dikembalikan. Lanier akhirnya mengunci kemenangan 21-16 dan 21-18, sekaligus memperlebar keunggulan Prancis menjadi 2-0.
Kepastian Prancis melaju ke partai puncak ditentukan oleh Toma Junior Popov. Menghadapi H.S. Prannoy yang dikenal ulet, Toma sempat tertinggal 2-7 di awal gim pertama. Perlahan tapi pasti, ia mampu menyamakan kedudukan menjadi 19-19 sebelum akhirnya merebut gim pertama dengan skor tipis 21-19.
Memasuki gim kedua, kepercayaan diri Toma meningkat drastis. Ia terus menekan Prannoy dan memimpin 11-6 saat interval. Meski Prannoy mencoba bangkit, Toma tetap konsisten menjaga selisih poin. Sebuah smes Prannoy yang keluar di angka 20-15 memastikan kemenangan 21-15 bagi Toma sekaligus mengakhiri perlawanan India dengan skor total 3-0.
Keberhasilan menembus final Thomas Cup 2026 merupakan pencapaian tertinggi dalam sejarah bulu tangkis Prancis. Mereka kini tinggal menunggu pemenang antara laga semifinal lainnya untuk memperebutkan trofi supremasi beregu putra dunia. Performa solid di sektor tunggal menjadi modal berharga bagi Prancis untuk menatap laga final yang akan digelar esok hari.
Prancis kini resmi menjadi ancaman serius bagi kekuatan tradisional Asia di turnamen beregu internasional.