Pemprov Kepri Kirim 334.568 Ekor Ayam Hidup ke Singapura dari Bintan

Penulis: Maruli Sinaga  •  Kamis, 07 Mei 2026 | 23:01:49 WIB
Pemerintah Provinsi Kepri berhasil ekspor 334.568 ekor ayam hidup ke Singapura dari Bintan.

TANJUNGPINANG — Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mencatatkan sejarah sebagai satu-satunya daerah di tanah air yang mampu melakukan ekspor ayam hidup atau live bird ke pasar Singapura. Hingga saat ini, total komoditas unggas yang dikirim dari perbatasan Indonesia tersebut telah mencapai 334.568 ekor.

Ekspor perdana hingga berkelanjutan ini dilakukan melalui dua perusahaan peternakan modern, yakni PT Ciomas Adisatwa dan PT Indojaya Agrinusa yang merupakan bagian dari Japfa Group. Keduanya beroperasi di Kabupaten Bintan dengan fasilitas yang telah memenuhi kualifikasi kesehatan hewan internasional.

Standar Biosecurity Ketat Jadi Kunci Tembus Pasar Singapura

Keberhasilan menembus pasar Singapura bukan perkara mudah lantaran negara tetangga tersebut menerapkan standar kualitas dan kesehatan yang sangat tinggi. Perusahaan peternakan di Bintan harus menerapkan sistem pemeliharaan modern dengan pengawasan kesehatan hewan secara berkelanjutan.

Pemerintah Provinsi Kepri melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan terus melakukan pembinaan mulai dari manajemen kandang hingga proses distribusi. Pengawasan ketat pada aspek biosecurity memastikan setiap ayam yang dikirim bebas dari penyakit dan memenuhi kriteria konsumsi warga Singapura.

“Keberhasilan ekspor ayam hidup ke Singapura ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kepulauan Riau. Ini membuktikan bahwa sektor peternakan kita mampu bersaing di pasar internasional dengan kualitas yang baik dan standar kesehatan yang tinggi,” ujar Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, Kamis (7/5/2026).

Dukungan Investasi dan Penguatan Ekonomi Perbatasan

Ansar menegaskan bahwa capaian ini merupakan buah sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan tenaga kesehatan hewan. Transformasi sektor unggas di Kepri kini terlihat dari deretan kandang modern yang terintegrasi dan jalur distribusi laut yang semakin efisien menuju pelabuhan Singapura.

“Kita akan terus memperkuat sektor peternakan unggas di Kepri, baik dari sisi kualitas produksi, kesehatan hewan, hingga pengembangan investasi peternakan modern agar semakin maju dan berdaya saing,” lanjut Ansar.

Pemerintah Provinsi Kepri berkomitmen menjadikan sektor peternakan sebagai salah satu pilar pembangunan ekonomi daerah. Selain mendukung ketahanan pangan nasional, keberhasilan ekspor ini diharapkan mampu menarik minat investasi baru di bidang industri peternakan modern yang berbasis di wilayah kepulauan.

Reporter: Maruli Sinaga
Sumber: vnews.click This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top