NATUNA — Pemerintah Kabupaten Natuna menggelar pasar murah di Desa Kelarik, Kecamatan Bunguran Barat, Sabtu, sebagai langkah menjaga daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. Dalam kegiatan ini, Pemkab menyediakan lima kebutuhan pokok dengan harga rata-rata Rp5.000 lebih murah dibandingkan harga pasar, mulai dari beras medium Rp58.000 per lima kilogram hingga minyak goreng Rp32.000 per dua liter.
Bupati Natuna Cen Sui Lan mengatakan pasar murah ini bagian dari strategi daerah menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat. "Ekonomi Natuna saat ini belum sepenuhnya stabil, sehingga pasar murah menjadi salah satu langkah yang perlu dilakukan untuk membantu masyarakat," ujarnya.
Harga komoditas yang ditawarkan meliputi beras kualitas medium Rp58.000 per lima kilogram, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, gula pasir Rp12.000 per kilogram, minyak goreng Rp32.000 per dua liter, dan telur ayam Rp55.000 per papan atau 30 butir.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Natuna Marwan Sjah Putra menjelaskan, dari lima komoditas yang dijual, hanya beras yang tidak disubsidi APBD karena telah mendapat subsidi dari program pemerintah pusat. Empat komoditas lainnya mendapat suntikan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Natuna 2026.
"Untuk gula, tepung, dan telur kami memberikan subsidi Rp5.000 per item, sedangkan minyak goreng mendapat subsidi Rp10.000 karena dijual dalam kemasan dua liter," katanya. Kebijakan ini, menurut Marwan, merupakan komitmen pemerintah daerah menjaga keterjangkauan harga pangan dan mendukung kesejahteraan masyarakat di tengah tantangan ekonomi.
Natuna sebagai kabupaten kepulauan di perbatasan Indonesia-Malaysia menghadapi tantangan distribusi barang yang lebih tinggi dibandingkan daerah di Pulau Sumatera. Fluktuasi harga bahan pokok kerap terjadi akibat biaya logistik dan cuaca. Pasar murah ini menjadi salah satu instrumen Pemkab untuk menekan laju inflasi daerah.
Bupati Cen Sui Lan menambahkan, dengan harga yang lebih terjangkau, masyarakat diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan keluarga tanpa terbebani lonjakan harga. Kegiatan serupa direncanakan berlanjut di desa-desa lain di Natuna secara bergilir, menyesuaikan ketersediaan anggaran daerah.