DPR Kumpulkan Bos BNI, BRI, Mandiri, BTN: Fundamental Perbankan Negara Dinilai Aman

Penulis: Bastian Sihombing  •  Selasa, 09 Juni 2026 | 13:42:16 WIB
Pertemuan DPR dengan pimpinan Himbara membahas kondisi fundamental perbankan negara yang dinilai aman.

KEPULAUAN RIAU — Usai pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam, Dasco mengungkapkan bahwa para petinggi Himbara—yang meliputi BRI, BNI, Mandiri, dan BTN—telah memaparkan kondisi terkini portofolio kredit, likuiditas, hingga rasio kecukupan modal. “Berdasarkan hasil diskusi, perkembangannya sangat bagus. Fundamental perbankan nasional dalam kondisi baik,” ujar Dasco di kompleks parlemen.

Politikus Partai Gerindra itu menambahkan, diskusi berlangsung dua arah dan mencakup berbagai skenario tekanan ekonomi yang mungkin terjadi ke depan. Namun, ia menekankan bahwa tidak ada indikasi krisis yang mengancam sektor perbankan tanah air.

Dirut BNI: Kinerja Emiten Solid, Publik Tak Perlu Cemas

Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan, secara terpisah menyampaikan bahwa pihaknya telah melaporkan secara detail kinerja emiten Himbara kepada pimpinan DPR dan pemerintah. Ia menegaskan bahwa seluruh indikator keuangan berada di jalur yang sehat. “Fundamental kinerja Himbara terbilang baik. Masyarakat tidak perlu cemas,” kata Putrama.

Pernyataan ini sekaligus meredam spekulasi yang sempat berkembang di pasar terkait potensi perlambatan sektor perbankan. Putrama menjelaskan, rasio kredit bermasalah (NPL) masih terkendali, sementara penyaluran kredit tumbuh sesuai target tahun ini.

Apa yang Dibahas di Belakang Pintu Tertutup?

Selain Mensesneg yang turut hadir, pertemuan tersebut juga membahas kesiapan perbankan negara dalam mendukung program prioritas pemerintah, termasuk pembiayaan infrastruktur dan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dasco mengapresiasi langkah Himbara yang dinilai responsif terhadap arahan kebijakan fiskal.

“Ini bagian dari fungsi pengawasan DPR. Kami ingin memastikan bahwa bank-bank BUMN tidak hanya sehat secara korporasi, tapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi nasional,” pungkas Dasco.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi tambahan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun Bank Indonesia terkait hasil pertemuan tersebut. Namun, sinyal positif dari Senayan diharapkan mampu menjaga stabilitas kepercayaan investor di pasar modal.

Reporter: Bastian Sihombing
Sumber: ekbis.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top