BATAM — Rutan Batam menggandeng Puskesmas Sei Langkai untuk menjangkau 150 warga binaan dalam program konsultasi dan tes HIV/AIDS sukarela. Kepala Rutan Kelas IIA Batam, Fajar Teguh Wibowo, menegaskan kegiatan ini bukan sekadar pemeriksaan medis, melainkan bagian dari pemenuhan hak dasar warga binaan di bidang kesehatan.
Fajar menyampaikan bahwa pihaknya tidak dapat memublikasikan hasil tes individu warga binaan. Namun, jika ditemukan kasus positif, Puskesmas Sei Langkai akan memberikan edukasi secara personal kepada warga binaan yang bersangkutan.
“Jika ada yang positif, pihak Puskesmas akan memberikan edukasi secara personal, seperti bagaimana ia dapat menanganinya, keluarganya juga akan di edukasi,” kata Fajar dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Rabu.
Selain pendampingan personal, Rutan Batam juga menggelar edukasi bersama untuk seluruh warga binaan. Tujuannya, agar tidak ada stigma atau diskriminasi di antara sesama penghuni rutan terhadap mereka yang terinfeksi HIV.
“Kesehatan merupakan salah satu hak dasar yang harus dipenuhi bagi setiap warga binaan. Melalui kegiatan edukasi dan pemeriksaan VCT Mobile ini, kami berharap warga binaan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan serta dapat mendeteksi kondisi kesehatan sejak dini,” ujar Fajar.
Kerja sama dengan Puskesmas Sei Langkai disebut Fajar sebagai wujud komitmen bersama dalam menghadirkan layanan kesehatan yang optimal. Petugas kesehatan tidak hanya melakukan tes darah, tetapi juga memberikan penyuluhan tentang pola hidup sehat, pentingnya pemeriksaan berkala, serta pencegahan penyakit menular.
Rutan Batam berkomitmen menjalankan program ini secara rutin—sekali per triwulan—sebagai bagian dari sistem pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada pemenuhan hak warga binaan.