Pencarian

Ribuan Warga Bintan Antre Sambungan Air Bersih Hingga 6 Tahun, Waduk Kawal Mangkrak di Tengah Krisis

Rabu, 17 Juni 2026 • 16:04:01 WIB
Ribuan Warga Bintan Antre Sambungan Air Bersih Hingga 6 Tahun, Waduk Kawal Mangkrak di Tengah Krisis
Warga Bintan antre hingga enam tahun untuk sambungan air bersih akibat kapasitas terbatas.

TANJUNGPINANG — Krisis air bersih yang berkepanjangan di Pulau Bintan kian mencekik warga. Perumda Tirta Kepri selaku pengelola air minum daerah tak mampu memenuhi lonjakan permintaan sambungan baru. Akibatnya, daftar tunggu calon pelanggan kini menembus ribuan orang, dengan masa antrean mencapai enam tahun.

Mengapa Warga Harus Menunggu Hingga Enam Tahun?

Manajemen Perumda Tirta Kepri mengakui kapasitas produksi air bersih saat ini sangat terbatas. Perusahaan takut mengorbankan pasokan untuk pelanggan lama demi mengejar target pemasangan baru. Dua waduk andalan yang menjadi sumber utama dinilai tidak lagi mampu mencukupi kebutuhan harian warga yang terus bertambah.

Kondisi teknis di lapangan juga menjadi kendala. Ketiadaan pipa induk dan tekanan air yang lemah menghambat proses pemasangan sambungan baru. Banyak calon pelanggan yang sudah membayar biaya pemasangan justru harus gigit jari karena aliran air tak kunjung mengalir ke rumah mereka.

Waduk Kawal Mangkrak, Pasokan Air Makin Terbatas

Di tengah defisit air bersih yang besar, proyek strategis pembangunan Waduk Kawal justru terbengkalai. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dinilai lamban menyelesaikan infrastruktur vital ini. Padahal, perusahaan membutuhkan tambahan pasokan ribuan liter air setiap detiknya untuk mengejar ketertinggalan layanan.

Pulau Bintan saat ini mengalami defisit air bersih dalam jumlah yang sangat besar. Kapasitas produksi yang terbatas membuat Perumda Tirta Kepri tak bisa memperluas cakupan layanan hingga seratus persen ke seluruh wilayah Tanjungpinang dan Bintan.

Air Tangki dan Sumur Umum Jadi Andalan Warga

Warga yang tak kunjung mendapatkan sambungan air bersih terpaksa membeli air dari tangki atau mengandalkan bantuan sumur umum. Kehidupan harian mereka sangat bergantung pada curah hujan yang turun. Kondisi ini jelas merugikan dan tak layak bagi masyarakat yang sudah membayar pajak dan retribusi.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau didesak untuk segera turun tangan. Hak rakyat atas air bersih memerlukan tindakan nyata, bukan sekadar janji. Penyelesaian proyek waduk yang mangkrak dan penambahan sumber air baku baru menjadi prioritas yang tak bisa ditunda lagi.

Bagikan
Sumber: hariankepri.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks