KEPULAUAN RIAU — Pimpinan Perum Bulog Kanwil Maluku dan Maluku Utara, Rudy Senawi Tahir, mengungkapkan optimisme tinggi di Ambon, Kamis (12/6). Menurutnya, tren penyerapan hasil panen petani terus menunjukkan perkembangan positif sejak awal tahun.
Untuk memastikan target tercapai, Bulog menggandeng TNI, Polri, mitra bisnis, penyuluh pertanian, dan instansi terkait. Kerja sama ini bertujuan mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani di setiap musim panen.
"Capaian tersebut membuat Bulog optimistis dapat memenuhi bahkan melampaui target pengadaan yang ditetapkan hingga akhir tahun," ujar Rudy.
Secara nasional, stok beras yang dikuasai Bulog saat ini mencapai sekitar 5,4 juta ton. Angka ini menjadi salah satu yang tertinggi dalam sejarah pengadaan beras nasional, memperkuat cadangan pangan pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di masyarakat.
Rudy menyebut target penyerapan tahun ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah Bulog di Maluku dan Maluku Utara. Peningkatan ini sejalan dengan dorongan pemerintah mewujudkan swasembada pangan.
Bulog menegaskan komitmennya membeli hasil panen petani dengan harga sesuai ketentuan pemerintah. Langkah ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam melindungi petani sekaligus menjaga stabilitas pangan daerah.
"Dengan capaian yang telah mendekati 70 persen pada pertengahan tahun, Bulog Maluku dan Maluku Utara semakin yakin target penyerapan dapat terlampaui," tegas Rudy.
Rudy juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas komitmennya memperkuat ketahanan pangan nasional. Menurutnya, kebijakan swasembada pangan yang dijalankan telah berdampak positif pada peningkatan produksi pertanian dan penyerapan hasil panen petani di daerah.