KEPULAUAN RIAU — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di darat, 29 kilometer tenggara Kota Palu, dengan kedalaman dangkal hanya 10 kilometer. Getaran tidak hanya dirasakan di Palu, tetapi juga menyebar ke Kabupaten Sigi, Donggala, hingga Kabupaten Tojo Una-Una. Kekuatan dan kedalaman episenter yang dangkal membuat guncangan terasa sangat kuat dan menimbulkan kepanikan luar biasa di tengah masyarakat yang masih trauma dengan gempa dan tsunami Palu pada 2018 silam.
Gempa utama terjadi pada siang hari, saat sebagian besar warga berada di perkantoran, sekolah, dan pusat perbelanjaan. Sekitar satu jam kemudian, pada pukul 11.14 WIB, BMKG mencatat adanya gempa susulan berkekuatan magnitudo 5,2. Pusat gempa susulan berada di lokasi yang sama, menunjukkan aktivitas sesar aktif di daratan Sulawesi masih berlangsung. Peringatan dini tsunami tidak dikeluarkan BMKG karena pusat gempa berada di darat.
Hingga berita ini diturunkan, otoritas setempat, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kota Palu, belum merilis laporan resmi mengenai korban jiwa. Tim reaksi cepat (TRC) dari berbagai instansi masih diterjunkan ke lapangan untuk melakukan asesmen. Data awal masih terfokus pada evakuasi warga yang panik dan pendataan kerusakan bangunan, meskipun belum ada laporan mengenai kerusakan yang masif atau bangunan runtuh.
"Kami masih melakukan koordinasi dengan BPBD kota dan kabupaten. Proses pendataan masih berlangsung dan kami mengimbau warga untuk tetap tenang serta tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi," demikian pernyataan resmi dari Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Tengah yang diterima redaksi.
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah pesisir dan dataran tinggi untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang masih mungkin terjadi. Warga diminta untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat guncangan. Pemerintah daerah setempat telah mengaktifkan posko darurat di beberapa titik untuk mengantisipasi jika terjadi kondisi darurat lanjutan. Jalur evakuasi dan titik kumpul juga mulai disiagakan kembali mengingat pengalaman pahit bencana besar pada September 2018 lalu.