NATUNA — Ratusan aparatur sipil negara di ujung utara Kepri itu menjalani dua tahap ujian yang berlangsung selama dua hari. Tahap pertama adalah Computer Assisted Test (CAT) yang digelar pada Rabu pagi, disusul wawancara pada keesokan harinya.
Kepala BKPSDM Natuna, Muhammad Alim Sanjaya, mengatakan ujian ini merupakan syarat kenaikan pangkat dan golongan bagi PNS. Total peserta yang terdaftar mencapai 88 orang, terdiri dari peserta ujian dinas tingkat I dan II, serta peserta ujian penyesuaian kenaikan pangkat.
Ujian dinas tingkat I diperuntukkan bagi PNS yang akan naik dari Golongan II/d ke Golongan III/a. Sementara ujian dinas tingkat II diikuti oleh pegawai yang hendak naik dari Golongan III/d ke Golongan IV/a.
Selain itu, terdapat ujian penyesuaian kenaikan pangkat yang diperuntukkan bagi PNS dengan latar belakang pendidikan S1 dan SMA. Seluruh rangkaian ujian dipusatkan di SMA Negeri 1 Bunguran Timur.
BKPSDM Natuna sengaja memilih metode Computer Assisted Test (CAT) untuk meminimalkan potensi kecurangan dan subjektivitas. Sistem ini memungkinkan penilaian dilakukan secara real-time dan terstandarisasi.
"Kegiatan yang kita laksanakan terdiri atas ujian dinas tingkat satu dan tingkat dua, serta ujian penyesuaian kenaikan pangkat untuk jenjang pendidikan S1 dan SMA," kata Muhammad Alim Sanjaya dalam keterangannya di Natuna.
Kerja sama dengan Kantor Regional XII BKN Pekanbaru memastikan soal-soal yang diujikan sesuai dengan standar nasional. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkab Natuna meningkatkan kualitas sumber daya aparatur di daerah kepulauan tersebut.
Pelaksanaan ujian dimulai pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB pada hari pertama. Seluruh peserta mengerjakan soal berbasis komputer secara serentak di ruang ujian yang telah disiapkan.
Pada hari kedua, giliran sesi wawancara yang akan digelar oleh tim BKPSDM. Wawancara bertujuan menggali kompetensi dan kesiapan mental para PNS sebelum resmi naik pangkat.
Kenaikan pangkat dan golongan bagi PNS di Natuna tahun ini menjadi momentum penting, mengingat ujian serupa sempat terkendala pandemi beberapa waktu lalu. Dengan sistem CAT yang transparan, diharapkan hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kemampuan individu.