Microsoft Tutup Ninja Theory yang Baru Umumkan Game Baru, Investor Disebut Jadi Target Pengumuman

Penulis: Ronal Siregar  •  Kamis, 18 Juni 2026 | 01:37:01 WIB
Microsoft mengumumkan penutupan studio Ninja Theory meski baru meluncurkan trailer game baru Senua.

Keputusan kontroversial Microsoft ini terungkap setelah laporan dari Game File yang dikonfirmasi akurat oleh sumber Windows Central. Menurut laporan tersebut, saat trailer Senua—judul ketiga waralaba Hellblade—ditayangkan dengan janji gameplay yang lebih luas dan jadwal rilis tahun 2027, Microsoft sudah memiliki rencana untuk "menutup atau berpisah" dengan studio tersebut.

Pengumuman Game Baru Jadi "Umpan" Investor

"Pemikiran saat itu adalah bahwa janji dari game yang baru diumumkan akan membantu menarik minat investor ke studio ini," tulis Stephen Totilo dari Game File. Artinya, panggung megah Xbox Games Showcase bukan sekadar untuk para penggemar, melainkan etalase untuk calon pembeli Ninja Theory.

Sumber lain yang berbicara dengan The Verge menyebutkan bahwa akhir dari perjalanan Ninja Theory sebagai studio milik Xbox sudah hampir pasti. Karyawan kini berharap studio mereka bisa menemukan pembeli. Nasib game Senua sendiri masih belum jelas.

Gelombang PHK dan Restrukturisasi Besar Xbox

Kabar penutupan ini muncul hanya beberapa jam setelah laporan bahwa kepala Xbox Game Studios, Craig Duncan, dan kepala staf, Louise O'Connor, mengundurkan diri secara diam-diam. Ini juga terjadi di tengah laporan bahwa Xbox akan mengalami PHK besar-besaran pada Juli 2024 sebagai bagian dari reorganisasi besar yang diprakarsai CEO baru, Asha Sharma.

Dalam "reset Xbox" ini, Sharma dan kepala konten Matt Booty menyatakan bahwa Xbox telah "terlalu melebar" dan perlu fokus pada waralaba inti terbesarnya. Microsoft dan Xbox dilaporkan ingin "bergerak lebih cepat" dengan game Halo, Fallout, dan The Elder Scrolls yang baru.

Nasib Studio Lain Juga Terancam

Ninja Theory bukan satu-satunya studio yang bernasib buruk. Double Fine (pengembang Keeper, Kiln), Compulsion Games (South of Midnight), dan beberapa studio lain dikabarkan sedang dalam "negosiasi aktif" mengenai nasib tim mereka. Opsi restrukturisasi yang dibahas termasuk menjadikan Xbox sebagai anak perusahaan Microsoft, usaha patungan dengan mitra bisnis lain, atau bahkan menjadikannya perusahaan independen sepenuhnya.

Bagi penggemar di Indonesia, berita ini menjadi pengingat pahit bahwa industri game global tidak selalu berjalan mulus. Sebuah studio bisa mengumumkan game yang sangat dinantikan di panggung internasional, sementara di belakang layar, nasib para pembuatnya sudah ditentukan oleh kalkulasi bisnis yang dingin. Kini, perhatian tertuju pada apakah Ninja Theory akan menemukan rumah baru atau menjadi korban lain dari strategi efisiensi Microsoft.

Reporter: Ronal Siregar
Sumber: windowscentral.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top