KEPULAUAN RIAU — Sebuah drone terdeteksi melayang di atas lapangan saat skuad Taeguk Warriors tengah melakukan pemanasan, Selasa (17/6/2026) waktu setempat. Petugas keamanan tim langsung bereaksi dan melaporkan temuan itu kepada personel militer Meksiko yang berjaga di lokasi.
Personel militer bergerak cepat dan berhasil mencegat serta menjatuhkan drone tersebut. Namun, dua orang yang diduga sebagai operator pesawat nirawak itu melarikan diri sebelum sempat ditangkap.
Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) langsung mengambil langkah tegas. Mereka meminta bantuan polisi setempat untuk menyelidiki kasus ini dan secara resmi melaporkan insiden tersebut kepada FIFA.
"Sangat disayangkan hal seperti ini terjadi pada momen yang sangat penting dalam persiapan kami," kata Hong Myung-bo kepada Yonhap News Agency. Pelatih berusia 57 tahun itu mengaku lega karena insiden terjadi sebelum sesi latihan taktik dimulai, sehingga tidak mengganggu materi utama persiapan tim.
Bukan kali pertama drone mengganggu gelaran Piala Dunia di Meksiko. Menurut laporan Associated Press, beberapa pesawat nirawak telah dinetralisir dalam beberapa hari terakhir setelah mencoba memasuki zona keamanan di sekitar stadion dan markas tim peserta.
Korea Selatan dijadwalkan memulai petualangan mereka di Grup A dengan menghadapi tuan rumah Meksiko pada Kamis (19/6/2026). Insiden ini menambah ketegangan menjelang laga pembuka yang sudah diprediksi berlangsung sengit.