FIFA Punya Aturan Jika Peringkat Grup Piala Dunia Seri Total: Pakai Kartu Kuning hingga Ranking Dunia

Penulis: Binsar Gultom  •  Jumat, 19 Juni 2026 | 05:20:02 WIB
FIFA menetapkan kartu kuning dan merah sebagai kriteria pertama pemisah peringkat grup Piala Dunia 2026.

KEPULAUAN RIAU — Sepuluh dari 32 tim sudah memainkan laga perdana mereka di Piala Dunia 2026. Namun, hasil imbang di beberapa grup memicu pertanyaan klasik: bagaimana jika semua tim di grup yang sama benar-benar tidak bisa dipisahkan? Skenario ini jarang terjadi, tapi FIFA punya protokol ketat untuk mengantisipasinya.

Disiplin Kartu Jadi Penentu Pertama

Jika dua tim atau lebih masih seri setelah seluruh kriteria utama—poin, head-to-head, selisih gol, dan jumlah gol—tidak bisa memisahkan mereka, FIFA akan beralih ke faktor non-teknis. Langkah pertama: meninjau catatan disiplin tim selama turnamen.

Tim dengan jumlah kartu kuning dan merah paling sedikit akan dianggap lebih unggul. Setiap kartu merah dihitung sebagai pelanggaran berat, sementara akumulasi kartu kuning juga diperhitungkan. Semakin bersih permainan sebuah tim, semakin besar peluang mereka lolos ke babak berikutnya.

Ranking FIFA Jadi Jalan Terakhir

Jika catatan disiplin pun masih identik—misalnya jumlah kartu sama persis—FIFA akan menggunakan peringkat dunia terbaru sebagai alat pemisah. Tim dengan peringkat lebih tinggi akan maju. Langkah ini memang terkesan administratif, tapi dianggap paling objektif dalam situasi darurat.

“Saya lebih suka masalah ini diselesaikan dengan adu tendangan penalti ala Wembley,” canda Ryan Gray, mantan editor olahraga Watford Observer yang kini menjadi penulis lepas. “Tapi sayangnya, FIFA memilih pendekatan yang lebih berbasis administrasi.”

Bayangkan Grup B: Swiss Diuntungkan, Bosnia Terancam

Ambil contoh Grup B Piala Dunia 2026. Jika keempat tim—Swiss, Kanada, Qatar, dan Bosnia—berakhir dengan poin, selisih gol, dan jumlah gol yang sama, serta catatan kartu yang identik, maka peringkat FIFA akan bicara. Swiss yang duduk di peringkat 19 dunia saat ini jelas diuntungkan. Kanada di peringkat 32 juga punya peluang besar. Qatar (49) mungkin masih bisa bersaing lewat jalur peringkat tiga terbaik. Namun, Bosnia yang berada di peringkat 63 akan menjadi tim yang paling dirugikan.

Meski skenario ini sangat jarang terjadi, keberadaan aturan ini menunjukkan bahwa FIFA tidak ingin ada celah sedikit pun dalam sistem kompetisi. Bagi tim yang kurang disiplin atau berperingkat rendah, ini adalah pengingat bahwa setiap kartu kuning bisa berakibat fatal.

Reporter: Binsar Gultom
Sumber: fourfourtwo.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top