Pencarian

Tim SAR Gabungan Cari Nelayan Hilang di Perairan Pulau Galang, Kapal Ditemukan dalam Kondisi Mesin Menyala

Jumat, 19 Juni 2026 • 16:31:31 WIB
Tim SAR Gabungan Cari Nelayan Hilang di Perairan Pulau Galang, Kapal Ditemukan dalam Kondisi Mesin Menyala
Tim SAR gabungan melakukan pencarian nelayan hilang di perairan Pulau Galang.

BATAM — Operasi pencarian terhadap Jafaar, warga Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang, masih berlangsung hingga Jumat (19/6/2026) sore. Korban diketahui pergi melaut sendirian pada Kamis siang sekitar pukul 13.00 WIB menggunakan longboat, dan tiga jam kemudian warga menemukan kapalnya dalam keadaan kosong di sekitar Tanjung Budus.

Kepala Kantor SAR Tanjungpinang, Fazzli, menyebut laporan pertama diterima dari kerabat korban, Azhari, pada pukul 06.45 WIB. “Peristiwa hilangnya korban diperkirakan terjadi pada Kamis, 18 Juni 2026 sore hari sekitar pukul 16.00 WIB pada koordinat 0°42’54.10?N – 104°18’19.10?E,” ujarnya dalam rilis resmi.

Kapal Ditemukan Mengapung, Mesin Masih Hidup

Kondisi kapal yang ditemukan mengapung tanpa awak menjadi tanda awal terjadinya kecelakaan. Fazzli menjelaskan mesin longboat saat ditemukan dalam keadaan menyala, namun korban sudah tidak berada di atas kapal. Pihak keluarga dan warga sempat melakukan pencarian mandiri sebelum melapor ke otoritas terkait.

Jafaar diketahui memiliki riwayat penyakit asma. Faktor kesehatan ini menjadi salah satu perhatian tim SAR dalam menentukan pola penyisiran di perairan yang berjarak sekitar 14,5 Nautical Mile (Nm) dari Dermaga Dompak dengan arah Radial 228,73° Barat Daya.

Unsur SAR Gabungan Dikerahkan

Kansar Tanjungpinang langsung mengambil tindakan taktis setelah menerima laporan. Pada pukul 06.50 WIB, precom excomm digelar untuk memvalidasi data dan berkoordinasi dengan Azhari. Sepuluh menit kemudian, Tim Rescue KPP Tanjungpinang bergerak menuju lokasi kejadian perkara (LKP) menggunakan RBB.

Operasi pencarian hari pertama melibatkan unsur SAR gabungan dari Ditpolair Polda Kepri, Pol Air Polresta Barelang, Polsek Galang, serta nelayan dan masyarakat setempat. “Mereka turut bahu-membahu menyisir area perairan guna mempercepat penemuan korban,” kata Fazzli.

Apa Langkah Selanjutnya?

Hingga berita ini diturunkan, korban belum ditemukan. Tim SAR masih memfokuskan pencarian di sekitar koordinat terakhir kapal ditemukan. Fazzli menyatakan perkembangan hasil operasi akan disampaikan secara berkala.

Perairan Tanjung Budus sendiri dikenal sebagai jalur lalu lintas nelayan tradisional di wilayah Galang. Insiden ini menjadi pengingat akan risiko melaut sendirian, terutama bagi nelayan dengan kondisi kesehatan tertentu.

Bagikan
Sumber: gotvnews.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks