BATAM — Pekerjaan hot tap pada pipa gas West Natuna Transportation System (WNTS)-Pemping telah rampung. Proses penyambungan pipa baru ke jaringan utama ini berlangsung tanpa menghentikan aliran gas yang mencapai 300 juta kaki kubik per hari di tekanan 1.096 psi dan kedalaman laut 29 meter.
Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto, menyebut tahapan ini sebagai yang paling kritis. "Keberhasilan ini menunjukkan kesiapan teknis proyek sekaligus sinergi kuat antar pemangku kepentingan dalam mewujudkan infrastruktur energi strategis nasional," ujarnya.
Pasokan Perdana untuk PLTGU di Batam
Setelah hot tap selesai, proyek memasuki fase commissioning. Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menargetkan proses itu berlangsung pekan depan. "Tim SKK Migas sedang menyiapkan pasokan gas agar untuk pertama kalinya gas dari Natuna dapat mengalir ke Republik Indonesia, sesuatu yang telah ditunggu selama bertahun-tahun," kata Djoko.
Gas tahap awal sebanyak 25 juta kaki kubik per hari akan menyuplai dua pembangkit di Batam: PLTGU Tanjung Uncang berkapasitas 135,29 megawatt dan PLTGU IPP Tanjung Uncang milik PT Energi Listrik Batam berkapasitas 109,4 megawatt. Ke depan, volume pasokan bisa meningkat hingga 111 juta kaki kubik per hari untuk periode 2027–2037 berdasarkan Perjanjian Jual Beli Gas yang telah diteken dengan West Natuna Exploration Limited (WNEL).
Dari Ekspor ke Domestik: Perubahan Haluan Energi
Selama ini gas bumi Natuna seluruhnya dijual ke pasar luar negeri. Proyek WNTS-Pemping menjadi infrastruktur pertama yang mengarahkan pasokan gas Natuna ke dalam negeri. Selain memperkuat keandalan sistem kelistrikan Sumatra dan Batam, langkah ini dinilai mampu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak serta menekan emisi.
Dari sisi ekonomi, pipa ini juga diharapkan menjamin pasokan energi yang lebih stabil bagi kawasan industri, manufaktur, logistik, hingga ekonomi digital di Batam yang terus tumbuh. Proyek ini menyerap lebih dari 700 tenaga kerja sejak tahap fabrikasi hingga pengerjaan offshore, nearshore, dan onshore.
"Proyek selanjutnya memasuki tahap commissioning dan pengaliran gas tahap awal dengan volume sekitar 25 juta kaki kubik per hari untuk mendukung kebutuhan sistem kelistrikan Batam," kata Rakhmad.