KEPULAUAN RIAU — Penemuan mayat tersebut pertama kali dilaporkan oleh staf sebuah hotel di kawasan Kedewatan. Petugas dari BPBD Gianyar yang tiba di lokasi langsung berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan penanganan. Jenazah saat itu tersangkut di sela-sela bebatuan di tengah aliran sungai yang cukup deras.
Kondisi geografis lokasi penemuan menjadi tantangan utama bagi tim penyelamat. Tebing curam dan bebatuan licin di sepanjang aliran Sungai Ayung memaksa petugas bekerja ekstra hati-hati. Arus sungai yang deras turut memperlambat proses pengangkatan jenazah ke tempat yang lebih aman.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke tempat yang lebih datar sebelum dipindahkan ke ambulans. Tim medis kemudian membawa korban ke Rumah Sakit Prof Ngoerah Denpasar untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Hingga saat ini, identitas pria tersebut belum diketahui. Polres Gianyar masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap asal-usul korban serta penyebab kematiannya. Proses identifikasi tengah dilakukan di rumah sakit, termasuk pemeriksaan sidik jari dan ciri-ciri fisik lainnya.
Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai ada tidaknya tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, jenazah telah berada di sungai dalam waktu singkat sebelum ditemukan oleh staf hotel sekitar pukul 12.00 WITA.
Jenazah kini berada di kamar jenazah Rumah Sakit Prof Ngoerah Denpasar untuk menjalani autopsi dan pemeriksaan forensik. Hasil pemeriksaan diharapkan dapat memberikan petunjuk awal mengenai penyebab kematian dan identitas korban.
Polisi mengimbau masyarakat yang kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tertentu untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat. Kasus ini masih dalam pengembangan penyidikan oleh Satreskrim Polres Gianyar.