BINTAN — Antrean kendaraan yang mengular di Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Uban selama musim liburan segera mendapat solusi. Proyek pembangunan Dermaga II dan peningkatan kapasitas Dermaga I di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, resmi dimulai pada Kamis (18/6) lalu.
Groundbreaking dilakukan langsung oleh Gubernur Kepri Ansar Ahmad bersama Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo. Proyek ini ditargetkan rampung pada November 2026 dan mulai beroperasi pada periode Natal dan Tahun Baru 2026/2027.
PT ASDP membangun Dermaga II dengan kapasitas 1.000 GT. Sementara itu, Dermaga I yang sudah ada akan ditingkatkan kapasitasnya menjadi 2.000 GT. Heru Widodo menyebut langkah ini strategis untuk memperkuat konektivitas antarwilayah dan meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat.
"Sebagai daerah kepulauan, transportasi laut memiliki peran vital dalam mendukung mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," kata Heru dalam keterangannya, Jumat (20/6).
Gubernur Ansar Ahmad menjelaskan bahwa Kepri memiliki 2.028 pulau, 394 di antaranya berpenghuni, dan 22 pulau terdepan yang berbatasan langsung dengan negara ASEAN. Konektivitas menjadi urat nadi pembangunan.
"Konektivitas merupakan urat nadi pembangunan Kepri. Tidak hanya untuk mobilitas masyarakat, tapi juga menjamin kelancaran distribusi barang dan kebutuhan pokok antarpulau," ujar Ansar.
Selama ini, antrean panjang dan waktu tunggu tinggi kerap dikeluhkan masyarakat, terutama saat liburan. Ansar optimistis setelah fasilitas ini selesai, persoalan itu bisa diminimalkan. Pelayanan akan menjadi lebih cepat, nyaman, dan efisien.
Peningkatan kapasitas pelabuhan ini juga diyakini berdampak positif pada sektor pariwisata dan investasi. Ansar memaparkan, kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepri pada 2025 mencapai sekitar 2,15 juta orang. Angka ini menjadikan Kepri sebagai destinasi wisata terbesar ketiga di Indonesia setelah Bali dan Jakarta.
Realisasi investasi pada periode yang sama juga melampaui target. Angkanya mencapai hampir Rp69 triliun, lebih tinggi dari target pemerintah pusat sebesar Rp48 triliun.
"Kelancaran arus orang dan barang akan semakin memperkuat daya saing daerah, mendukung pertumbuhan investasi, serta meningkatkan sektor pariwisata yang menjadi salah satu andalan ekonomi Kepri," kata Ansar.
Selain Tanjung Uban, ASDP juga akan merehabilitasi fasilitas Pelabuhan Telaga Punggur di Batam. Langkah ini merupakan bagian dari penguatan layanan penyeberangan secara menyeluruh di Kepulauan Riau.
"Melalui proyek ini, layanan penyeberangan akan menjadi lebih lancar, aman, dan efisien. Kami berharap dapat memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," pungkas Heru.