BMKG Deteksi Fenomena MJO dan Shearline, Hujan Disertai Petir Berpotensi Guyur 6 Wilayah di Kepri Hari Ini

Penulis: Bastian Sihombing  •  Jumat, 24 Juli 2026 | 15:39:01 WIB
BMKG mendeteksi fenomena MJO dan shearline yang memicu potensi hujan disertai petir di enam wilayah Kepulauan Riau hari ini.

BATAM — BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Kepulauan Riau, Jumat (hari ini). Masyarakat diminta waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang bisa berubah menjadi lebat dan disertai sambaran petir serta angin kencang sesaat.

Enam Wilayah yang Berpotensi Terdampak Hujan Lebat

BMKG menyebutkan wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Kota Batam, Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, dan Kabupaten Kepulauan Anambas. Potensi cuaca ekstrem ini diprakirakan terjadi pada pagi hingga siang hari.

"Cuaca di wilayah Provinsi Kepulauan Riau umumnya diprakirakan berawan dan berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang sesaat di beberapa wilayah," demikian laporan BMKG yang dikutip Jumat.

Apa Pemicu Cuaca Ekstrem di Kepri?

BMKG menjelaskan bahwa kondisi atmosfer yang tidak stabil menjadi pemicu utama. Fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang aktif secara spasial, berpadu dengan keberadaan belokan angin (shearline), menyebabkan penumpukan massa udara basah.

Tingginya kelembapan udara di atmosfer Kepri membuat ketersediaan uap air menjadi melimpah. Kondisi ini secara signifikan mendukung pertumbuhan awan-awan hujan, terutama awan Cumulonimbus yang bisa memicu petir dan angin kencang.

Imbauan BMKG untuk Masyarakat

BMKG mengimbau masyarakat di enam wilayah tersebut untuk tetap waspada terhadap dampak yang mungkin ditimbulkan. Hujan lebat disertai petir dan angin kencang berpotensi menyebabkan pohon tumbang, banjir di titik-titik rendah, serta gangguan aktivitas pelayaran.

Warga yang beraktivitas di luar ruangan diminta untuk menghindari berlindung di bawah pohon besar saat terjadi petir. Nelayan dan pengguna transportasi laut di perairan Kepri juga diingatkan untuk memantau perkembangan cuaca secara berkala.

Reporter: Bastian Sihombing
Sumber: kepri.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top