BATAM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam menerbitkan peringatan dini cuaca untuk Provinsi Kepulauan Riau. Enam wilayah diprakirakan mengalami hujan dengan akumulasi harian 20–50 mm pada Minggu, 26 Juli 2026. Daerah yang masuk kategori waspada meliputi Kota Batam, Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, dan Kabupaten Kepulauan Anambas.
Peningkatan pertumbuhan awan hujan dipicu oleh fenomena shearline atau belokan angin yang terbentuk di atas perairan Kepulauan Riau. Kondisi ini diperkuat oleh kelembapan udara atmosfer yang cukup tinggi sejak beberapa hari terakhir. BMKG mencatat kombinasi tersebut mempercepat proses kondensasi dan pembentukan awan Cumulonimbus yang membawa hujan ringan hingga sedang secara merata.
BMKG merinci wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang pada siang hingga sore hari. Berikut daftar daerah yang perlu diwaspadai:
Masyarakat di enam daerah tersebut diminta tidak lengah terhadap kemungkinan hujan deras yang bisa berlangsung dalam durasi singkat. Genangan air di jalan raya dan drainase yang tersumbat menjadi risiko yang perlu diantisipasi, terutama di kawasan permukiman padat.
Berdasarkan tabel prakiraan BMKG, kondisi hujan ringan hingga sedang diperkirakan berlangsung sejak Minggu siang dan berlanjut hingga Senin, 27 Juli 2026. Cuaca pada pagi hari di sebagian besar wilayah diperkirakan masih berawan, namun potensi hujan meningkat menjelang tengah hari. Warga yang berencana beraktivitas di luar ruangan disarankan membawa payung atau jas hujan.
BMKG mengimbau warga untuk waspada terhadap akumulasi curah hujan harian yang masuk kategori sedang. Curah hujan 20–50 mm per hari dapat menyebabkan banjir lokal di daerah dengan drainase buruk. Selain itu, pengguna jalan di jalur Batam–Tanjungpinang dan ruas jalan di Karimun serta Natuna perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap jalan licin dan jarak pandang terbatas.
Peringatan ini juga berlaku bagi nelayan dan pelaku transportasi laut di perairan Kepri. Gelombang laut berpotensi meningkat akibat angin kencang yang menyertai sistem shearline. BMKG terus memantau dinamika atmosfer dan akan memperbarui informasi jika terjadi perubahan signifikan.