KEPULAUAN RIAU — CEO Audi Gernot Dollner memastikan Ducati masuk dalam pembahasan peninjauan portofolio, meski menegaskan belum ada keputusan final. Audi menaungi Ducati sejak akuisisi pada 2012 di era mendiang Ferdinand Piech.
"Bagian dari proses evaluasi, kami juga akan membicarakan Ducati, tetapi belum ada keputusan yang diambil," kata Dollner, dikutip dari Bloomberg, Selasa (8/9).
Ducati di Bawah Target Margin Volkswagen
CEO Volkswagen Oliver Blume memasang target operating margin grup sebesar 9 persen pada 2030. Ducati belum menyentuh angka itu.
Sepanjang tahun lalu, Ducati menjual sekitar 50 ribu unit motor dengan pendapatan 925 juta euro atau sekitar Rp18,92 triliun. Operating profit yang diraih 52 juta euro (sekitar Rp1,06 triliun), menghasilkan margin 5,6 persen.
Selisih itulah yang membuat Ducati masuk radar efisiensi. Dewan pengawas Volkswagen pekan lalu menyetujui rencana penataan ulang untuk memangkas sekitar sepertiga kepemilikan saham grup. Langkah ini menyusul badai PHK dan penutupan pabrik yang menerpa perusahaan induk.
Enam Gelar MotoGP dan Komunitas Ducatisti Jadi Penghalang
Melepas Ducati bukan perkara mudah. Merek ini meraih enam gelar juara konstruktor MotoGP berturut-turut sejak 2020, pencapaian yang menopang kredibilitas teknis dan posisi premium produknya.
Faktor lain: loyalitas komunitas "Ducatisti" yang kuat. Ducati juga punya makna tersendiri bagi keluarga Porsche-Piech sebagai pemegang saham pengendali Volkswagen.
Sejarah mencatat, Volkswagen pernah berencana menjual Ducati pada 2017. Rencana itu batal setelah perwakilan serikat pekerja di Jerman menolak. Skema baru ini berpotensi menghadapi penolakan serupa.
Dana Segar untuk Tekan Beban Volkswagen
Hasil penjualan Ducati berpotensi memberi ruang fiskal bagi Volkswagen yang tengah menekan beban operasional. Namun belum ada keterangan resmi soal calon pembeli maupun tenggat proses pelepasan.
Yang jelas, peninjauan 600 unit usaha menunjukkan Volkswagen tengah merapikan portofolio secara menyeluruh, bukan hanya pada merek motor. Ducati berada di daftar itu bersama sejumlah aset lain yang belum diungkap ke publik.