KEPULAUAN RIAU — Pernyataan El Diablo langsung menuai respons keras dari manajemen. Manajer Tim Yamaha, Massimo Meregalli, dan Direktur Pelaksana Yamaha Motor Racing, Paolo Pavesio, secara bergantian mengkritik sikap Quartararo yang dinilai tidak kooperatif dan kontradiktif.
Akar Masalah: Tes 850cc yang Memicu Kekesalan
Yamaha memang sengaja membatasi akses pengujian motor 850cc hanya untuk pebalap yang akan memperkuat tim pada musim depan. Menurut Meregalli, Razgatlioglu dan Guevara akan mendapatkan kesempatan itu karena mereka resmi bergabung tahun depan.
"Dalam tes tersebut, kami akan membiarkan Razgatlioglu dan kemungkinan besar Guevara mencoba motor, karena tahun depan mereka akan bergabung dengan kami. Semua pabrikan telah mengambil keputusan ini. Martin dan Ogura tidak akan menguji Aprilia, Bagnaia tidak akan menguji Ducati, Acosta tidak akan menguji KTM, dan kami pun tidak akan membiarkan Miller kesempatan menguji motor 850 cc kami," ujar Meregalli dalam keterangan yang dikutip GPOne.
Kebijakan ini sebenarnya lazim di MotoGP: pabrikan hanya memberi akses data pengembangan kepada pebalap yang masih terikat kontrak untuk musim berikutnya. Namun bagi Quartararo, keputusan itu menjadi pukulan terakhir setelah musim penuh frustrasi dengan performa M1 yang tertinggal jauh.
Quartararo: Saya Tidak Ingin Membantu Pengembangan 2027
Kekecewaan itu meledak setelah mesin motornya rusak di Sprint Race Aragon. Dengan tegas, rider berjuluk El Diablo itu mengumumkan penolakannya untuk terlibat dalam program pengembangan motor yang akan digunakan pebalap lain pada 2027.
"Saya tidak ingin mengembangkan motor untuk para pebalap tahun 2027. Saya tidak akan memaksakan diri hingga batas dan tidak akan menjadi penguji seperti yang saya lakukan akhir pekan ini. Saya tidak dalam posisi untuk membantu. Dan karena alasan pribadi, saya tidak ingin membantu," ungkapnya, dipetik dari GPOne.
Sebelumnya, Quartararo juga kecewa karena Yamaha memutuskan memakai mesin baru pada musim 2026. Ia justru berharap menjalani musim terakhirnya bersama M1 dengan mesin empat silinder segaris yang sudah matang dan teruji.
Yamaha Balas: Sikapmu Tidak Konsisten, Fabio
Paolo Pavesio menilai kritik Quartararo terhadap pengembangan motor justru kontradiktif. Pabrikan diminta terus meningkatkan performa, tetapi ketika komponen baru disodorkan untuk diuji, sang pebalap menyebutnya buang-buang waktu.
"Fabio sering mengeluh bahwa kami tidak mengembangkan motor, dan ketika kami membiarkannya mencoba komponen baru, dia justru menegur kami dengan mengatakan bahwa itu hanya membuang-buang waktu. Dia kurang objektif," bilang Pavesio.
Meregalli bahkan membandingkan sikap Quartararo dengan Jack Miller, yang tetap profesional meski akan hengkang dari Yamaha pada akhir musim. "Fabio seharusnya mencontoh Jack, yang selalu memberi yang terbaik dan memastikan bahwa, meskipun kami sedang dalam kesulitan, suasana hati yang baik tetap terjaga," sambungnya.
Dari sudut pandang manajemen, penolakan untuk menguji motor 850cc adalah langkah yang tidak masuk akal. Yamaha membutuhkan data dari pebalap utama untuk membangun motor kompetitif pada 2027, dan kontrak yang masih berjalan menuntut profesionalisme sampai akhir.
Dampak untuk Musim Perpisahan
Perseteruan ini jelas tidak menguntungkan kedua belah pihak. Yamaha kehilangan masukan teknis berharga dari juara dunia 2021 tersebut, sementara Quartararo berisiko menjalani musim perpisahan dengan atmosfer tim yang tidak sehat.
Jika konflik berlanjut, bukan tidak mungkin Yamaha akan membatasi akses Quartararo terhadap pengembangan set-up atau data internal. Sebaliknya, Quartararo tetap berkewajiban membalap maksimal hingga kontraknya berakhir.
Yang jelas, drama di garasi Yamaha akan menjadi salah satu cerita paling menarik di MotoGP 2026. Bukan hanya soal persaingan di lintasan, tapi juga bagaimana dua pihak yang saling membutuhkan ini menyelesaikan perbedaan sebelum akhir musim tiba.